Abdul Muis, Yatim Piatu Penderita Atresia Ani Meminta Bantuan

PENYAKIT LANGKA : Abdul Muis (17) penderita Atresia Ani bersama sang nenek membutuhkan uluran tangan kita.

KABUPATEN BEKASI – Kebanyakan remaja menikmati hari-harinya dengan penuh keceriaan, belajar, bermain bersama teman. Namun berbeda dengan remaja 17 tahun, Abdul Muis. Remaja dari Kampung Kobak Ceper RT 07/03 Desa Karang Harja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi menderita penyakit langka yaitu Gagal Bobok Anus.

Gagal bobok anus atau dikenal dalam ilmu kedokteran Atresia Ani. Bisa disebut juga tak memiliki anus dimana salah satu jenis cacat lahir yang terjadi saat usia kehamilan mencapai 5-7 minggu di mana perkembangan bentuk rectum (bagian akhir usus besar) sampai lubang anus tidak sempurna.

Kondisi ini terjadi pada 1 dari 5000 keahiran bayi. Abdul Muis salah satunya. Kondisi saat ini sangat membutuhkan perhatian. Bagaimana tidak, Selain menderita penyakit Atresia Ani, Muis merupakan yaitm piatu. Kini dia dirawat neneknya yang saat ini usianya sudah 70 tahun.

Saat ditemui awak media, sang nenek yang merawat Muis menyambut dengan haru. Bahkan matanya berkaca-kaca saat menceritakan kondisi cucunya itu. Sejak lahir sampai usia Abdul Muis saat ini 17 tahun, sang nenek tak pernah meninggalkannya. Dia rawat dengan sepenuh hati, meskipun sang cucu menderita penyakit yang sulit untuk disembuhkan.

“Saya mengasuh cucu saya, yang telah ditinggalkan oleh kedua orang tuanya, kini saya harus mengasuh dan mengurus cucu saya sendirian yang menderita penyakit langka,” kata Nenek Adul Muis.

Bahkan, segala pengobatan sudah dilakukan keluarganya. Namun tak juga kunjung sembuh. Saat ini, sang nenek berdoa kepada sang pencipta untuk kesembuhan sang cucuk, juga meminta bantuan kepada dermawan.

“Saya sangat berharap bantuan untuk mengobati penyakit yang cucu saya Derita,” harapnya.

Kondisi lahir tanpa anus atau Artresia Ani ini membutuhkan perhatian serius dan perlu penanganan operasi. Ciri-ciri dari Artesia Ani yaitu lubang anus yang menyempit atau sama sekali tertutup, terbentuknya fistula atau saluran yang menghubungkan rektrum dengan kandung kemih, uretra, pangkal penis atau vagina, Rektum yang tidak terhubung dengan usus besar. (***)