DPRD Dorong Penyelesaian Penyegelan SDN Karang Rahayu 01

Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Aria Dwi Nugraha

KABUPATEN BEKASI – DPRD Kabupaten Bekasi bakal mempertemukan ahli waris tanah SDN Karang Rahayu 01 dengan dinas terkait untuk mengclearkan soal pembayaran. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Aria Dwi Nugraha.

Sebelumnya, politisi Gerindra itu memastikan proses belajar mengajar di SDN Karang Rahayu 01 sudah berjalan normal. Semua siswa dan siswi sekolah tersebut bisa belajar diruang kelas tanpa harus merasa  was-was diusir pemilik ahli waris.

Alhamdulillah tadi pagi saya turun ke lokasi bersama pemilik lahan dan saya pastikan kegiatan belajar mengajar bisa berjalan. Selain itu, saya juga sudah mengundang pemilik lahan untuk saya pertemukan di Kantor DPRD dengan Dinas DPRKPP dan Dinas Pendidikan,” jelas Aria.

Aria menegaskan, DPRD Kabupaten Bekasi bakal mempertemukan dinas terkait dengan pemilik lahan. Di antaranya, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPRKPP), Dinas Pendidikan dan Komisi IV agar bisa mencarikan solusi terkait penyegelan SDN Karang Rahayu 01 yang dilakukan pemilik lahan (ahli waris).

Aria juga sudah menyampaikan  itikad baik Pemkab Bekasi untuk menyelesaikan persoalan sudah ada dan rencananya lahan tersebut akan dibayarkan pada tahun anggaran 2020 mendatang.

“Itu dibuktikan bahwa judul kegiatan pengadaan lahan SDN Karaangrahayu 01 sudah masuk dalam judul pada KUAPPAS. Kegiatannya ada di Dinas DPKRPP, sudah ada anggaran awal tertuang kalau tidak salah senilai Rp.1,4 miliar dalam buku KUAPPAS 2020,” kata dia.

Saat diskusi dengan Kuasa Pemilik lahan, memang pihak pemilik lahan menuntut dibayarkan Rp senilai Rp 2 miliar. Karena merasa terdapat kerugian dan kenaikan harga tanah yang harus dipertimbangkan Pemkab Bekasi, jangan harganya sesuai putusan PN saat tahun 2017, yaitu sekitar Rp 1,2 miliaran.

“Tahun sudah berganti dari Putusan Pengadilan yang ada, harga tanah sudah naik, NJOP sudah naik, bahkan ada bukti tambahan pernah terdapat transaksi jual beli tanah di sekitar lokasi sekolah yang harga per-meternya sudah mahal,” kata dia. (***)