Industri Otomotif Tanah Air “Goyang”

ilustrasi

JAKARTA – Industri otomotif saat ini tengah mengalami gejolak. Beberapa perusahaan otomotif besar asal pabrikan Jepang mengalami penurunan penjualan di tanah air.

Seperti diungkapkan Ketua Dewan Pembina Asphri, Fahmi Idris, kondisi penjualan otomotif saat ini mengalami penurunan. Hal tersebut dipicu dari kondisi ekonomi global yang tak menentu.

“Kemarin dealer-dealer mengeluh tidak bisa menjual stok 2.000 unit. Ini keluhan hampir disemua industri otomotif, Astra juga berpengaruh,” katanya.

Sementara itu, stok otomotif harus terus disuplai, jika tidak akan terjadi konflik dengan pihak pabrikan Jepang.

Kondisi tersebut tak menutup kemungkinan bakal berpengaruh terhadap keberlangsungan dunia usaha tanah air. Antisipasi harus dilakukan agar tidak terjadi gejolak, khususnya antara perusahaan dan karyawan yang bergerak dibidang otomotif.

Pada kesempatan itu, Fahmi mengatakan, sangat penting peran dari Asphri agar dapat meminimalisir gejolak antar perusahaan dan karyawan. Namun, dia tidak menspesifikasikan didunia otomotif saja tetapi dunia industri secara menyeluruh.

 “Jadi Asphri memiliki peran penyeimbang antara perusahaan dan karyawan agar tidak terjadi gejolak, Asphri dapat menciptakan harmonisasi di dunia industri,” harapnya.

Mantan Menteri Tenaga Kerja di era SBY itu mengatakan memng sulit mencapai kesepakatan antar perusahaan dan karyawan. Kesepakatan dicapai lagi dalam perundingan-perundingan panjang dan tajam. Kemudian diselang-seling dengan aksi demontrasi.

Kendati begitu, menurut dia, harus ada ditengah-tengah manajemen dan sumber daya manusia (SDM) diantara dua unsur tersebut, yakni peran Asosiasi Praktisi Human Resource Indonesia (Asphri). (***)