Perbup Bupati Eka Soal Pendidikan Dinilai Bisa Rugikan Siswa

Peraturan Bupati N. 45 Tentang Pedoman Pelaksanan Pendidikan Berkarakter

KABUPATEN BEKASI –Peraturan Bupati Eka Supriaatmaja dinilai merugikan dunia pendidikan di Kabupaten Bekasi. Eka yang telah mengeluarkan Perbup No. 45 tahun 2019 Tentang Pedoman Pendidikan Berkarakter bisa menjadi bahan komersialisasi oknum di dunia pendidikan.

Seperti diungkapkan Komite sekolah Kecamatan Cikarang Timur, Zuli Zulklifli, dalam Perbup tersebut ada poin yang mewajibkan siswa dan siswi sekolah membeli seragama. Di Perbup tersebut, pada Bab IV siswa diwajibkan menggunakan pakaian sergam yang setiap harinya harus berganti.

“Tiap hari ganti, senin pakai seragam ini selanjutnya selasa seragam itu, ganti terus setiap harinya. Jadi siswa dibebankan membeli pakaian seragam yang banyak karena tiap hari ganti,” jelas Zuli.

Dengan aturan tersebut, Zuli mengatakan, akan membebankan siswa, terutama siswa yang kurang mampu karena harus membeli pakaian. Selain itu, Perbup No. 45 itu juga bisa menjadi ajang bisnis bagi para oknum untuk memperjualbelikan seragam kepada para siswa.

“Jelas Perbup ini sangat merugikan dan tidak cocok diterapkan di sekolah, khususnya pada bab IV mengenai seragama sekolah, jadi bupati harus mengkaji kembali Perbup tersebut,” tegasnya.

Di Perbup itu, pada hari senin, siswa SD diwajibkan menggunakan seragam baju putih celana merah sementara SD, baju putih celana biru. Pada hari selasa, pakaian pramuka. Rabu, pakaian khas Bekasi, Kamis menggunakan pakaian batik sekolah dan jumat menggunakan pakaian busana muslim bagi umat islam dan non muslim menyesuaikan. Sementara untuk sabtu menyesuaikan dengan jadwal sekolah. (***)