Klaim Kantongi Rekomendasi Nama Cawabup, Mustakim Dinilai Ada Tekanan

Ketua DPD Golkar Jabar, Mohammad Amin Fauzi

 KABUPATEN BEKASI – Pernyataan Ketua Panlih Calon Wakil Bupati Bekasi, Mustakim mendapat respon serius dari Wakil Ketua DPD Golkar Jabar, Mohammad Amin Fauzi.

Politisi senior partai Golkar itu menyayangkan sikap Mustakim yang terkesan gegabah menyebut dua nama calon wakil Bupati. “Saya melihat ada kepentingan untuk memilih Cawabupnya dan saya sangat menyayangkan beliau, harusnya tunggu dulu,” ujar Amin Fauzi pasca gelar jumpa pers di Kong Tji SGC, kemarin.  

Amin menilai seharusnya Mustakim dapat berkaca pada Panlih Calon Wakil Bupati sebelumnya. Katanya, Panlih dulu tak segegabah Mustakim yang terkesan terburu-buru mengumumkan dua nama Cawabup pendamping Bupati Eka Supiraatmaja.

“Mungkin Mustakim ada tekanan dari pihak lain,” sindirnya.

Politisi partai berlambang pohon beringin ini juga membeberkan aturan pemilihan cawabup di dalam Undang-undangnya. Pada UU tersebut, Partai Koalisi dan Pengusung menyampaikan ke Bupati Bekasi mengenai nama cawabup yang direkomendasikan. Setelah itu, bupati sendiri yang memilih dan menyampaikan ke DPRD dan lalu diteruskan ke Panlih

“Panlih berporses baru dilaporkan dan diparipurnakan,” katanya.

Dengan begitu, Amin menilai sikap Mustakim yang terburu-buru mengumumkan nama cawabup melanggar etika sebagai Ketua Panlih Calon Wakil Bupati. Bahkan, kata dia, bisa dilaporkan ke Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Bekasi.

“Seharusnya bupati dulu yang mengumumkan cawabupnya siapa, lah kok ini Mustakim, ada kepentingan apa?” tanyanya.

Amin Fauzi juga sangat yakin, klaim surat rekomendasi nama cawabup yang diklaim Mustakim hanya sebatas surat tembusan saja. “Surat yang dipegang Mustakim itu tembusan sampai ke DPRD, jadi kalau tembusan itu hanya sebatas himbauan saja,” tandasnya. (DHA)