Bupati Minimalisir Kesimpangsiuran Pembangunan Sektor Pendidikan

KABUPATEN BEKASI – Banyaknya gedung sekolah rusak membuktikan perhatian pemerintah daerah belum maksimal di dunia pendidikan. Tahun 2020, bupati Eka Supriaatmaja berjanji pendidikan menjadi salah satu sector yang mendapatkan prioritas untuk diperbaiki.

Tahun 2019 ini, sector pendidikan mengalami kendala karena kesimpangsiuran penggunaan fasilitas anggaran pada beberapa dinas. Misalnya saja, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang serta Dinas Pendidikan memiliki anggaran masing-masing dalam penyediaan fasilitas pendidikan itu.

Dinas PUPR bertugas membangun gedung sekolah, sedangkan Dinas Pendidikan menyediakan meja dan bangku. Namun, pada praktiknya, penganggaran itu kerap tidak sinkron.

Bahkan, dalam beberapa kasus terdapat ruang kelas baru yang telah jadi namun tidak memiliki meja dan bangku karena pengadaannya berbeda dinas. Parahnya lagi, ada juga kasus meja dan bangku baru telah tersedia namun bangunannya belum jadi.

“Ini sudah menjadi persoalan lama yang kunjung ada solusinya. Sekarang, saya tegaskan, ini dalam APBD 2020 ada perubahan yang signifikan. Maka, proses pembangunan akan fokus bersamaan dengan fasilitas penunjang lainnya. Pendidikan, bersama kesehatan, ketenagakerjaan masih menjadi fokus di 2020,” katanya. (***)