Pembangunan Industri Baru, Budayawan : Jangan Bikin Warga Terusir dari Kampung Halamannya!

Foto ilustrasi

KABUPATEN BEKASI – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi diminta tidak memberikan izin adanya pembangunan industri baru jika tidak ada manfaatnya bagi warga. Sampai saat ini, banyaknya industri tidak membawa pengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.

Hal tersebut dikatakan Budayawan Bekasi, Komarudin Ibnu Mikam menanggapi adanya pembangunan kawasan industry Multistrada di Cikarang Timur dengan luas 66 hektar. “Jangan sampai pembangunan kawasan industri itu berbasis kepentingan capital, bukan untuk kepentingan Bekasi. Bahkan warga harus terusir dari kampung halamannya sendiri,” katanya.

Pria yang biasa disapa bang Komar itu menilai jika banyaknya industry masih menyisakan masalah dan belum memberikan solusi baik untuk Kabupaten Bekasi.

“Pabrik banyak berdiri tetapi jumlah penganggurannya masih banyak,” katanya.

Tak hanya itu, pembangunan kawasan industri juga menimbulkan bencana ekologis yang sudah dirasakan masyarakat, khsusunya di wilayah utara dan pesisir. Bencana tersbut akan dirasakan memasuki musim penghujan dimana wilayah yang menjadi resapan air semakin menyempit.

“Bencana ekologis kebanjiran di Muragembong, jika terjadi air pasang perumahan warga akan teredam. Kondisi ini akan diperparah oleh air dari selatan yang tidak terbendung lagi, jadilah bencana dan musibah,” katanya.

Dengan begitu, bang Komar berharap berharap pemerintah bisa mengevaluasi dampak ekonomi dari pembangunan kawasan industri. (***)