(wawancara) Rekomendasi Cawabup, Ketua DPD Nasdem Teten Kamaludin, “Rekomendasi itu Tak Ada Tembusan ke DPD”

Ketua DPD Nasdem Kabupaten Bekasi, Teten Kamaludin (paling kiri)

KABUPATEN BEKASI – Turunnya surat rekomendasi politisi Nasdem, Rohim Mintareja menjadi Cawabup pendamping bupati Eka Supraatmaja membuat Ketua DPD Nasdem Kabupaten Bekasi, Teten Kamaludin bertanya. Pasalnya, dia merasa tidak ada komunikasi sama sekali dari  DPD Nasdem Jawa Barat ke DPD Nasdem Kabupaten Bekasi.

“Rekomendasi itu tidak ada tembusan ke DPD, begitu juga ke DPRD,” kata Teten, beberapa waktu lalu.

Meski begitu, Teten berharap tidak ada polemic di internal Nasdem. Sebaliknya, dia berharap keputusan Nasdem mengeluarkan rekomendasi Cawabup ke Rohim Mintareja demi kemaslahatan Bekasi.

Begini petikan wawancaranya :

  • DPP Nasdem telah mengaluarkan surat rekomendasi Cawabup ke Rohim Mintareja tertanggal 6 Desember 2019. Bagaimana tanggapan Anda?

Jawab Teten : Pertama, rekomendasi itu tidak ada tembusan ke DPD, begitu juga DPRD, kedua, rekomendasi itu berdasaran surat permohonan dari DPW, tidak ada surat permohonan dari DPD. Artinya ente konfirmasi ke DPW, kenapa surat DPD dan DPW berbeda, ada ada dengan DPW Jabar? Kan begitu.

  • Apakah tidak ada koordinasi sama sekali dari DPW Nasdem Jabar ke DPD Nasdem Kabupaten Bekasi?

Jawab Teten : Gak ada koordinasi.

  • Kenapa sebelumnya DPD Nasdem Kabupaten Bekasi menyetujui rekomendasi partai pengusung mencalonkan dua nama Tuti Yasin dan Akhmad Marzuki sebagai Cawabup?

Jawab Teten : Saya merekomendasi itu berdasarkan rekomendasi usulan dari partai yang lain. Saya kan memutuskan kenapa sih Nasdem Kabupaten Bekasi mempersilahkan untuk digelar? pertama, saya juga punya rasa malu, apapun ceritanya, pasangan Pilkada kemarin Golkar –Golkar, saya tahu diri dan saya bukan orang yang memaksakan kehedak dan menghalakan segala cara. Tidak selalu memaksakan dari kita, kita kan berpartai, harus memikirkan kepentingan rakyat banyak.

  • Jadi dengan surat rekomendasi Cawabup Rohim Mintareja ini bagaimana?

Teten Menjawab : Saya mempelajarinya, surat rekomendasi Rohim Mintareja pada 6 Desember 2019 tidak mencabut rekomendasi DPP sebelumnya. Surat rekomendasi itu berlaku dimana Bang Rohim mendaftarkan ke KPUD pada tahun 2020, ya jalanin aja tidak masalah, tidak perlu diperdebatkan dan dia harus menjalankan amanat partai.

  • Apakah setelah rekomendasi DPP Nasdem ke Rohim Mintareja ini membatalkan persetujuan DPD Nasdem Kabupaten Bekasi yang menyetujui partai pengusung mencalonkan nama Tuti Yasin dan Akhmad Marzuki sebagai cawabup?

Jawab Teten : Ya nggak, saya melihat ada kekosongan hukum gitu dalam menafsirkan, dimana kekosongannya,? ya jelas koalisi kan memenuhi 20 persen dari jumlah perolehan suara atau kursi. Ada atau tidak rekomendasi Nasdem itu tidak berpengaruh terhadap proses. Kedua, harus ditafsirkan antara rekomendasi pertama dengan rekomendasi kedua itu harus ada satu kesatuan. Direkomendasikan ke orang yang sama dengan cara yang sama dengan waktu yang ditentukan juga, dia (red. Rohim Mintareja) harus medaftar ke KPUD pada 2020 ya silahkan saja, nasdem nyuruhnya ke sana.

  • Bagaimana tanggapan Anda mengenai adanya perpecahan di intenal partai Nasdem terkait rekomendasi cawabup ini?

Jawab Teten :  Kalau menurut saya dinamika politik itu hal yang biasa, yang normal tetapi saya menyikapinya demi kemaslahatan bersama perlu dikedepankan, politik ini kan tidak melulu pertarungan kekuasaan, energy kita habis ngurusin beginian, bagaimanapun kita harus menyelesiakan persoalan ini dan berbuat baik untuk masyarakat. (***)