Diserang 50 Sengatan Tawon Predator, Pria Paruh Baya di Muaragembong Meninggal

tawon Vespa Affinis

KABUPATEN BEKASI – Sengatan tawon pembunuh jenis Vespa Affinis memakan korban. Kali ini, pria berinisial SUT asal Kampung Keduk Bokor RT 001/008 desa Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong meninggal dunia akibat disengat tawon tersebut.

Pria berusia 74 tahun ini diduga meninggal Karena banyaknya sengatan tawon predator tersebut ke tubuhnya. Kurang lebih sekitar 50 sengatan di sekitar 30 titik dibagan atas badan dan 20 titik di kaki.

Peristiwa naas tersebut berawal dari tetangga korban berinsial SUK mencoba memusnahkan sarang tawon yang menempel di atap rumahnya. Itu dilakukan dengan cara disodok dengan sebatang bambu.

Akibatnya, koloni tawon berhamburan dan menyerang Korban yang melintas di bawahnya. Sementara SUK berhasil menyelamatkan diri.

Korban pun akhirnya dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan medis. Sayangnya, setelah melewati dua hari dua malam perawatan di RS, nyawa korban tak tertolong.

Selain SUT, juga ada lima orang korban yang menderita akibat sengatan tawon pembunuh tersebut. Mereka di antaranya AN (30), NAR (30), MIL (15), LIN (18) dan KOM (46).

Komandan Regu Tim Evakuasi dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi Adhi Nugroho menghimbau kepada masyarakat apabila menemukan sarang tawon yang lain jangan mengambil tindakan sendiri dan segera menginformasikan kepada Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi untuk penanganan lebih lanjut. “Karena tawon ini memang berbahaya dan telah memakan korban. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi,” katanya. 

Berdasarkan keterangan medis, meninggalnya seseorang karena tersengat tawon jenis Vespa Affinis disebut dengan anafilaksis atau alergi berat. Bila seorang terkena sengatan, satu-satunya obat yaitu dengan memberikannya adrenalin.

Adrenalin merupakan obat yang digunakan untuk mengobati reaksi alergi yang dapat membahayakan nyawa, yaitu syok anafilaktik. Tentunya, korban yang mengami sengatan tawon harus segera di bawa ke RS. (***)