Demi Sebongkah Berlian, Driver Ojol Nyambi Jadi Kurir Narkoba Jenis Sabu

KETERANGAN : Pihak Kepolisian sektor Serang Baru memberikan keterangan penangkapan ojol kurir sabu.

KABUPATEN BEKASI – Demi sebongkah berlian, driver ojek online (ojol) DH (35) rela nyambi menjadi kurir Sabu.

Namun, DH saat ini harus rela kehilangan profesi penyambung hidupnya itu. Dia dibekuk aparat kepolisian dari sector Serang Baru, Polres Metro Bekasi.

Seperti diungkapkan Kapolsek Serang Baru, AKP Wito penangkapan DH berawal dari informasi masyarakat. Setelah itu, unit Reskrim Serang Baru dipimpin Kanit Reskrim Iptu Suardi bersama anggota lainnya melakukan lidik penyalahgunaan Narkoba.

DH berhasil diamankan di pinggir jalan dekat McD Perumahan Villa Gading 2, Karang Satria, Tambun Utara.  “Tim berhasil amankan DH yang diduga kedapatan menyalahgunakan Narkoba didapati sebanyak satu paket kecil jenis sabu seberat 0,2 gram yang disimpan dalam saku celana pada bungkus rokok,” jelas AKP Wito saat gelar keterangan media, Senin (30/12/2019).

Dari hasil olah barang bukti, barang haram milik DH didapat dari JD yang berada di kampung Tipar Cakung, Cilincing Jakarta Timur. Dari hasil informasi itu, tim bergerak menuju lokasi tepatnya sekitar jam 3 di salah satu kamar gudang tempat steam motor.

Tim berhasil mengamankan dua orang laki-laki atas nama CD dan SD. Mereka saat itu sedang bermain handphone setelah dilakukan penggeledahan. Polisi berhasil menemukan tiga kantong plastik bening berukuran sedang yang diduga narkoba jenis sabu yang ditaruh di pojok kamar dekat tumpukan kertas bekas dan baju-baju yang tersimpan dalam plastik wafer dalam tumpukan sampah atau bekas plastik kresek.

“Setelah diperlihatkan 3 kantong plastik kepada kedua orang tersebut diakui barang yang ada di dalam kamarnya adalah narkoba jenis sabu dengan berat keseluruhan 1,76 ons yang baru di ambilnya dari DP,” ujarnya.

Selain sabu, polisi juga berhasil menemukan barang-barang berupa seperangkat alat hisap sabu Bong pipet dan korek, 2 plastik bening dan satu buah timbangan elektrik di dalam kamar tersebut.

Selanjutnya kedua orang tersebut dan 1 orang yang sudah lebih dulu ditangkap di Tambun berikut semua barang bukti yang telah ditemukan di kamar gudang tersebut dibawa ke Polsek Serang Baru untuk melakukan penyidikan lebih lanjut guna mengungkap jaringan lebih besar lagi.

Pelaku dikenakan pasal 114 sub pasal 112 ayat 1 undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman pidana seumur hidup atau paling singkat 5 tahun dan denda paling banyak 10 miliar dan paling sedikit satu miliar. (***)