Silat Sena Putra Cibarusahan : Biji Kacang Jadi Senjata Lawan Belanda

KABUPATEN BEKASI – Pengurus Padepokan Silat Sena Putra yang ada di Cibarusah mendatangi Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Budiyanto. Mereka meminta agar pemerintah daerah lebih peduli lagi terhadap kesenian pencak silat yang ada di Kabupaten Bekasi itu.

Selama ini, peran pemerintah daerah dinilai kurang dalam melestarikan kesenian pencak silat. Padahal, jika dimanfaatkan dengan baik, keberadaan kesenian pencak silat bisa melestarikan budaya dan berdampak terhadap pengembangan tingkat pariwisata di Kabupaten Bekasi.

“Selama ini tidak ada sama sekali dukungan dari pemerintah daerah yang kami terima,” jelas Guru Besar Padepokan Silat Sena Putra, Ki Sena.

Padahal, Padepokan Silat Sena Putra merupakan pencak silat yang sudah ada sejak lama. Pencak silat ini, ungkap Ki Sena, pernah digunakan untuk melawan penjajahan Belanda.

“Ya jadi kegiatan silat ini untuk melestarikan silat tradisi kesepuhan Cibarusahaan, sudah ada sejak jaman Belanda,” katanya. Silat ini juga punya ciri khas yaitu jujur, singkat dan tidak panjang-panjang.

          Pencak silat Sena Putra ini dulunya memiliki kesaktian saat melawan Belanda. Kata Ki Sena, para pejuang silat Sena Putra cukup menggunakan biji kacang hijau yang didoakan untuk melawan penjajah. Caranya, biji kacang yang telah didoakan dilontarkan dengan sumpit lalu diarahkan ke Belanda.

“Nah orang Belanda yang kena bisa mati,” ungkapnya. Namun, Padepokan Sena Putra saat ini tidak lagi menggunakan ilmu tersebut.

          Padepokan tersebut saat ini memiliki 120 orang anggota dan telah memiliki ranting dibeberapa kecamatan di Kabupaten Bekasi dan wilayah tetangga seperti Bogor dan Kota Bekasi.

          Ki Sena berharap, dengan mendatangi anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Budiyanto bisa membantu keberadaan Padepokan Sena Putra. “Ya kami butuh bantuan seperti alat-alat untuk mendukung kegiatan pencak silat kami,” tandasnya. (Pobek)