Ngaku Hanya 7 TKA Tiongkok di Meikarta, Dewan Budiyanto Duga Lippo Cikarang Berbohong

Anggota DPRD Kab Bekasi, Budiyanto mendatangi pihak Meikarta.

KABUPATEN BEKASI – Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Budiyanto menyorot soal jumlah tenaga kerja asal Tiongkong yang bekerja di Project pembangunan Meikarta. Pasalnya, ada ketidaksamaan jumlah pekerja Antara data yang diungkapkan Dinker dengan pihak Meikarta melalui manajemen PT Mahkota Sentosa Utama.

Dari data PT Mahkota Sentosa Utama, pekerja Tiongkok hanya ada tujuh orang. Sementara data Disnaker yang didapatkan dari berbagai dokumen Negara, jumlah pekerja asal Tiongkok mencapai 260 orang.

“Pekerja Tiongkok yang bekerja di Project Meikarta yang sedang membangun 15 Tower itu diperkirakan ada sekitar 3000 orang, datanya sama sekali tidak ada. Ironis negara yang yang sedang berkembang, dengan mudahnya tenaga kerja asing masuk ke Indonesia tidak tercatat dalam dokumen Negera,” kata Budiyanto pasca pertemuan di Meikarta yang dihadiri Dinas Kesehatan, Polres Bekasi, Kodim Bekasi, Disnaker, Imigrasi, Jumat (7/02).

“Pihak Lippo Cikarang diduga berbohong dengan sajian data yang disampaikan, Meikarta itu sedang membangun 15 Tower, dimana setiap tower mempekerjakan 100-200 orang Pekerja Tiongkok sehingga diperkirakan ada 2000-3000 Pekerja, tidak dilaporkan, tindakan yang sangat membahayakan dalam kondisi sekarang ini”,  tambah Budiyanto.

Pihak Lippo Cikarang berdalih bahwa para pekerja Tiongkok diluar tanggungjawab mereka karena berada dibawah kendali Pelaksana Project PT. China Contruction.

“Dengan kondisi merebaknya wabah corona di dunia dan sangat terkait juga dengan Indonesia khususnya di Cikarang, Lippo Cikarang harus sinergi dengan pemerintah daerah untuk memastikan para pekerja Tiongkok aman dari sumber virus itu sehingga tidak berpotensi menyebar dan membahayakan masyarakat Cikarang, kalau managemen Lippo Cikarang darahnya masih Merah Putih, kalian harus bertanggungjawab, mau belain orang Tiongkok atau membela orang Indonesia,” tegasnya.

Selanjutnya Dinas Kesehatan didampingi Polres dan Kodim Bekasi melakukan sidak ke bedeng-bedeng di Project Meikarta dan ternyata yang muncul hanya 100 orang, sisanya diduga bersembunyi di hotel-hotel dan perumahan yang tersebar di Lippo Cikarang dan Deltamas.

Budiyanto berharap masyarakat Cikarang harus lebih hati-hati. Sekjen Aspelindo itu khawatir WNA Tiongkok yang diduga illegal itu bakal menghindar dari pemeriksaan.

“Karena ketakutan tidak memiliki dokumen yang semestinya, maka potensi penyebaran virus corona di Cikarang semakin tidak terkendali, di hotel-hotel dan juga perumahan elit lainnya seperti Lippo dan Deltamas,” katanya.

Dengan begitu, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi itu meminta kepada Meikarta segera laporkan jumlah tenaga kerja yang ada ke Disnaker Kabupaten Bekasi tanpa kecuali.

“Atau pulangkan itu semua pekerja ilegal,” sarannya.

Selain itu, juga menghimbau kepada Pihak PHRI, para Manager Hotel di Cikarang dan sekitarnya, para warga masyarakat perumahan elit jika ada pekerja diduga dari Tiongkok menginap atau menyewa rumah laporkan segera ke Dinas Tenaga Kerja dan ke Dinas Kesehatan agar dipastikan mereka adalah Pekerja Legal dan tidak membawa virus corona.

“Jangan sampai di Bedeng hilang, penyebaran pindah ke hotel, restauran dan perumahan-perumahan di Cikarang,” tandasnya. (Pobek)