Pulang 8 Januari, TKA Cina di Meikarta Dipastikan Tewas Bukan Corona

Pekerja asal Yunan Cina yang tewas di apartemen Meikarta.

KABUPATEN BEKASI – Masyarakat Kabupaten Bekasi bisa bernafas lega. Pasalnya, pekerja Yunan Cina, Yuan Haisheng (40) yang tewas di project apartemen Meikarta dipastikan meninggal bukan karena virus corona.

Hal tersebut ditegaskan Kapolres Metro Bekasi, Kombes Hendra Gunawan. Kematian pekerja Cina itu diduga tewas karena kecelakaan kerja.

“Jadi dugaanya kecelakaan kerja indikasi jatuh, ini lagi pengecekan hasil visum,” kata Kombes Hendra Gunawan, minggu (9/02).

Dugaan tersebut diperkuat dengan ditemukannya benturan di kepala korban. Kemungkinan korban terjatuh dari lift.

“Selain ada trauma di kepala akibat benturan juga ditemukan ada jaring pengaman lift yang robek,” jelasnya.  Kepolisian juga tengah mengecek dari lantai berapa korban terjatuh.

“Kalau jaring itu kuat mungkin bisa nahan korban, tapi jaringnya berlubang dan (tubuh korban) jatuh di lantai 11, kita lagi dicek lagi jatuh dari lantai berapa,” tambahnya.

Korban juga diketahui sebelumnya pulang ke kampung halamannya, Cina pada tanggal 8 Januari. Kepolisian pun menanyakan langsung ke Dinas Kesehatan apakah ada kemungkinan tertular Corona.

Namun Dinkes memastikan pekerja Cina itu meninggal karena Corona. Sebab masa inkubasi virus mematikan itu sekitar dua minggu. “Murni bukan Corona tetapi karena jatuh dari atas, (penyebab) jatuhnya ini apa kita lagi lidik,” ungkapnya.

Menyinggung soal masker yang dikenakan korban, Kapolres mengatakan penggunaan masker tersebut menyesuaikan dengan Standar Operasional Kerja (SOP). Selain itu, dipastikan juga tidak ada tindak kekerasan pada korban.

Korban telah dievakuasi ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Pihak kepolisian berkoordinasi dengan Kedutaan China terkait kematian korban ini. (Pobek)