Diduga Tak Pakai Gesper, Oknum Guru SMA di Kota Bekasi Pukuli Murid

KOTA BEKASI – Dunia pendidikan di Kota Bekasi kembali dihebohkan dengan beredarnya video seorang guru SMA di Bekasi yang diduga melakukan tindak kekerasan kepada siswanya.

Video tersebut sempat viral di media social facebook dengan akun Kartolo Wijonarko.

Di video tersebut, seorang oknum guru memukul beberapa kali seorang siswa didepan para siswa lainnya. Di lihat dari kejadiannya, peristiwa tersebut terjadi di pelataran lapangan sepak bola sekolah.

Karena viral di medsos akhrinya terjadi penelusuran peristiwa dugaan penganiayaan tersebut. Peristiwa itu terjadi di salah satu SMA di kelurahan Kranji Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Peristiwa tersebut dibenarkan Wakil Bidang Humas SMA tersebut, Irnatiqoh. Kata dia, kejadiannya pada Selasa (11/2).

Dalam tata tertib sekolah, siswa yang datang terlambat dan tak memakai atribut lengkap sekolah terlebih dahulu dikumpulkan untuk mendapatkan pembinaan.

“Intinya teman-teman kita (guru yang ada pada video) itu ingin mendisiplinkan anak-anak cuma, caranya aja yang kurang tepat,” katanya.

Dia mengungkapkan, oknum guru yang melakukan tindak kekeras tersebut berinsial I. Semua pihak sekolah sudah mengetahui karakter guru tersebut.

Dengan begitu, pihak sekolah jarang sekali memberikan keleluasaan untuk melalukan pembinaan terhadap anak-anak yang tidak disiplin atau melanggar aturan sekolah.

“Beliau itu secara memberikan materi itu bagus orangnya sangat pandai. Dan beliau termasuk penulis buku, tapi kelemahannya disitu maka saya selalu membackup beliau (I), karena kalau kami sudah paham karakter teman-teman seperti apa,” beber dia.

Ia mengakui kejadian pada selasa kemarin pihaknya kecolongan. Sebab, seharusnya guru itu selalu dalam pengawasan karena khawatir atas karakternya tersebut.

Sementara itu, siswa yang menjadi korban tindak kekerasan tersebut diketahui berinsial RF (17). Kejadian itu dipicu karena RF tidak menggunakna ikat pinggang.

Andika, (28) kerabat korban mengungkapkan jika RF menceritakan kepada dirinya dipukuli gurunya karena tak menggunakan ikat pinggang. Dia menceritakan masalah kekerasan itu saat setalah mengalami sakit pada bagian tengkuk kepala. (Pobek)