Meikarta Klaim Pekerja Cina di Projeknya Aman dari Corona

KABUPATEN BEKASI – Meskipun belum ada keterangan resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, pihak Meikarta mengklaim para tenaga kerja asing asal Tiongkok yang bekerja di projek super blok Meikarta aman dari virus Corona.

Hal tersebut ditegaskan Direktur Komunikasi Meikarta, Danang Kemayan Jati saat menggelar confrensi pers, selasa (11/02) di Maxx Cofee Meikarta. Namun sayang, klaim tersebut tak dibareng dengan data cek kesehatan TKA Tiongkong dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi.

“Memang sampai sekarang tidak ada virus Corona di Meikarta, karena sudah diperiksa kesehatannya dan tidak ada indikasi gejala penyakit dari virus itu (Corona),” kata dia.

Untuk mengklarifikasi isu yang berkembang soal meninggalnya salah satu TKA asal Cina yang diduga terjangkit Virus Corona, Danang juga mangatakan bawa itu murni kecelakaan kerja.

“Yang kemarin meninggal karena diduga Virus Corona, itu isu. Itu murni karena kecelakaan kerja dan kami sudah pastikan Meikarta terhindar dari wabah Virus Corona,” kata dia.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Bekasi Budiyanto mengatakan bahwa hasil pengecekan kesehatan terhadap TKA asal Cina terkesan ada sesuatu yang ditutup-tutupi oleh pihak Meikarta.

“Saya hanya ingin memastikan bahwa Lippo Cikarang (Meikarta) semua TKA asal Cina itu diperiksa kesehatannya, karena kemarin saat dilakukan pemeriksaan kesehatan terkesan ada kucing-kucingan akhirnya kami menduga-duga ada apa. Bukan hanya itu data TKA yang tidak sinkron dari data Lippo dengan data yang dikeluarkan oleh Disnaker jadi pertanyaan kami selama ini,” tegas dia.

Budiyanto menambahkan sebagai Dewan Dapil 1 dirinya berhak mengetahui persoalan di dapilnya, karena merasa memiliki tanggungjawab atas apa yang nanti bisa merugikan masyarakat sekitar khususnya Kabupaten Bekasi.

“Karena Meikarta ada di dapil saya, jadi sudah tanggungjawab saya secara pribadi atas permasalahan ini. Saya sendiri tutup mata soal legal atau ilegal pekerja luar. Tapi dalam konteks wabah Corona saya wajib memastikan agar tidak ada satu orang pun WNA asal Cina yang lewat dari pemeriksaan kesehatan, sehingga wabah virus Corona ini tidak tersebar di Kabupaten Bekasi,” tandasnya.(Pobek)