Bupati, Dewan dan Inspektorat Sorot SMPN 3 Karang Bahagia Cepat Rusak

KABUPATEN BEKASI – Pasca dilaporkan mahasiswa ke Kejari Kabupaten Bekasi, Pembangunan SMPN 3 Karang bahagia yang berlokasi di perumahan Puri Nirwana Residance (PNR), desa Suka Raya mendapatkan banyak sorotan.

Bupati Bekasi, Eka Supriaatmaja pun tampak kesal dengan pembangunan sarana gedung pendidikan SMPN 3 Karang Bahagia itu. Dia bakal mengecek ke lokasi pembangunan sekolah tersebut.

“Akan kita lihat sejauh mana kerusakannya!” tegas Eka. Bahkan bupati juga tidak akan mentolerir pihak yang mendapatkan kepercayaan untuk membangunan gedung sekolah itu jika gedung tesebut cepat rusak.

“Saya akan tindak tegas terhadap pihak – pihak yang merugikan masyarakat itu, terutama soal kualitas pembangunan yang minim,” tambahnya.

Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi juga sudah menjadwalkan bakal turun gunung untuk menyidak gedung sekolah tersebut. Pembangunan gedung sekolah yang cepat rusak dinilai sangat miris ditengah-tengah persoalan dunia pendidikan di Kabupaten Bekasi, dimana banyak saran pendidikannya yang rusak.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Daerah Kabupaten Bekasi, Maman Agus Supratman meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bekasi tindak tegas kepada kontraktor pembangunan sekolah SMPN 3 Karang Bahagia.

Bahkan, Maman meminta PUPR memblacklist kontraktor tersebut.

 “Kepala dinas harus berani mem-blacklist, karena aturannya jelas. Kalau tidak baik hasil kerjanya, harus dilaporkan ke LKPP agar didaftarhitamkan sampai 1 tahun. Kontraktor yang bermasalah, kinerjanya buruk, tidak boleh ikut lagi lelang di Kabupaten Bekasi,” tegasnya disela-sela peresmian taman Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) Kecamatan Cikarang Timur, Rabu (12/02).

Tak hanya kontraktornya saja yang disoal, M Supratman juga akan melakukan evaluasi terkait kondisi sekolah. Evaluasi dilakukan dari sisi kedinasan yang harusnya mampu melakukan pengawasan. “Inspektorat sifatnya bukan mengambil tindakan tapi memberikan rekomendasi. Kalau yang salah kepala dinasnya maka saya akan berikan rekomendasi pada bupati untuk menegur yang bersangkutan,” kata dia.

Selain telah diaudit BPK serta inspektorat kabupaten, Supratman menyebut, kondisi sekolah pun turut diperiksa oleh Inspektorat Provinsi Jawa Barat.

Seperti diketahui, SMPN 03 Karangbahagia merupakan sekolah yang baru dibuka. Sekolah bahkan baru memiliki satu angkatan di kelas VII dengan jumlah tiga rombongan belajar. Kendati masih minim siswa, Pemkab Bekasi telah mendirikan gedung SMPN 03 Karangbahagia dengan ukuran yang terbilang besar. Sekolah dibangun tiga lantai dengan jumlah ruangan sebanyak 22 kelas.

Kendati proyek pembangunan gedung SMPN 03 Karangbahagia ini berasal dari APBD 2018 pembangunannya baru selesai di 2019. Lelang proyek ini dimenangkan oleh PT. Ratu Angun Pribumi (RAP) dengan penawaran Rp13.202,776.000 dari pagu anggaran sebesar Rp15.273.925.000. (Pobek)