“Kisah Sedih” Pemborong Lokal di Proyek Meikarta


KABUPATEN BEKASI – Kesal belum dibayar, belasan pemborong yang mengerjakan proyek pembangunan apartemen Meikarta – Kawasan Lippo Cikarang menggelar aksi unjuk rasa. Mereka menuntut PT GMA selaku subcon dari PT. China State Construction Engineering Corporation (CSCEC) agar tepat waktu memberikna pembayaran pengerjaan proyek mereka.


“Kita sudah berupaya mendatangi PT GMA termasuk CSCEC tetapi tidak ada solusi dari tuntutan kami. Mereka seperti tidak peduli dengan keluhan kami selaku kontraktor lokal,” jelas Koordinator Aksi, Nendi Kalvery.


Nendi mengungkapkan PT GMA tidak ada niat untuk membayar pekerjaan kontraktor local. Itu dirasakan saat bertemu dengan perwakilan PT GMA, Mr. You Hua Biao yang slalu berkelit. Misalnya saja, pekerjaan yang telah dilakukan kontraktor local tidak sesuai dengan keinginan dari PT GMA.


“Mereka selalu mencari alasan untuk tidak membayarkan gaji para pekerja, padahal pekerjaan kita sudah selesai. Ada yang sudah lebih dari sebulan bahkan dua bulan,” ungkapnya.


Akibat adanya penundaan pembayaran ini, ratusan pekerja yang diberdayakan oleh para pemborong belum mendapatkan haknya.


“Bahkan ada beberapa orang pekerja yang sakit dan orang tuanya meninggal mereka terpaksa tidak bisa pulang karena tidak memiliki uang,” tuturnya.

Disisi lain, uang yang dimiliki oleh pemborong telah habis digunakan untuk memulangkan sebagian pekerja serta biaya hidup pekerja yang masih bertahan di mess menunggu pembayaran dari PT. GMA.

“Makanya kami meminta tolong kepada PT GMA. Tolong hargai setiap keringat kami dengan membayarkan hasil pekerjaan kami. Itu saja keinginan kami,” katanya.

Aksi yang dipusatkan di area District 1 Meikarta, Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan itu tak berlangsung lama. Petugas kemananan setempat langsung mengarahkan para pemborong untuk bertemu dengan PT GMA yang difasilitasi oleh PT CSCEC. (Pobek)