Belum Dibayar, Pemborong Lokal di Meikarta Bakal Turun Aksi Lagi

CIKARANG PUSAT – Belum juga dibayarkan, sejumlah pemborong local di proyek Meikarta berencana bakal menggelar aksi lagi. Mereka kekeuh meminta agar PT GMA membayar kerja yang telah mereka lakukan di proyek pembangunan hunian super blok itu.

Sebelumnya, mediasi antara pemborong dengan PT GMA yang difasilitasi PT. China State Construction Engineering Corporation (CSCEC) pada Selasa 18 Februari 2020 sore dinilai belum membuahkan hasil.

“Belum ada hasil bang dan kami siap demo lagi,” kata salah seorang pemborong sekaligus koordinator aksi, Nendi Kalvery, Rabu (19/02).

Sementara itu Humas PT CSCEC, Santara beralasan aksi para pemborong yang dilakukan kemarin sore hanya dipicu kesalahpahaman. “Ini sudah ada mediasi dan rupanya hanya terjadi kesalahpahaman,” tuturnya.

Menurutnya, tuntutan para pemborong belum bisa direalisikan karena belum dilakukan pengukuran.

“Nanti akan diukur kembali karena kalau belum dilakukan pengukuran pembayaran belum bisa dijalankan. Pembayaran itu dilakukan berdasarkan pengukuran. Itu saja, jadi ada miss comunikasi antara pihak pekerja dan perusahaan subcon kami,” ungkapnya.

Diketahui, belasan pemborong yang mengerjakan proyek pembangunan di apartemen Meikarta menggelar aksi unjuk rasa, Selasa (18/02). Mereka menuntut agar PT. GMA selaku subcon dari PT. CSCEC tidak menunda pembayaran proyek yang telah selesai dikerjakan oleh mereka.

Kendati demikian, aksi yang dipusatkan di area District 1 Meikarta, Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan itu tak berlangsung lama. Petugas kemananan setempat langsung mengarahkan para pemborong untuk bertemu dengan PT GMA yang difasilitasi oleh PT CSCEC. (Pobek)