Makan Nyawa, LSM Peduli Bangsa : Bekasi Gawat Tawuran Pelajar!

KABUPATEN BEKASI –Masih terjadinya tawuran pelajar bisa menjadi bukti jika Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi gagal mengantisipasi kenakalan remaja. Pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Pendidikan, harus melakukan langkah antisipasi agar kedepan tidak terjadi lagi tawuran pelajar.

Apalagi sampai memakan korban jiwa, cukup Nur Sidik (17) siswa SMKN 1 Cikarang Pusat yang menjadi korban terakhir tawuran di Kalimalang. Jangan sampai ada pelajar yang menjadi korban tawuran tersebut.

“Ya tawuran antar pelajar itu kan bagian dari kenakalan remaja. Masih ada tawuran dan memakan korban jiwa itu bukti dari Dinas pendidikan tak bisa melakukan antisipasi kenakalan remaja itu,” jelas Ketua LSM Peduli Bangsa, Abu Fitri Mu’min kepada awak media, minggu (23/02).

LSM Peduli Bangsa menilai jika dinas pendidikan bisa melakukan pencegahan aksi tawuran pelajar itu. Misalnya saja dengan melakukan giat sosalisasi tolak tawuran pelajar ke tiap sekolah.

“Bisa melakukan sosialisai itu terutama ke sekolah-sekolah yang siswanya rawan tawuran,” katanya.

Atau, saran dia, membuat program ekstra sekolah agar para siswa lebih disibukan dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. “Saat ini banyak fasilitas di Kabupaten Bekasi yang dapat dimanfaatkan oleh remaja. Saya menilai fasilitas itu jangan hanya dikomersilkan saja tetapi juga dimanfaatkan untuk kegiatan positif para pelajar sekolah,” sarannya.

Abu Fitri melihat sampai saat ini belum ada langkah pencegahan yang dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi untuk mengantisipasi tawuran pelajar. Padahal, katanya, kasus tawuran pelajar di Bekasi sudah masuk kategori rawan.

Sebelumnya, tawuran pelajar di Cibarusah terjadi dan membuat tangan pelajar terputus akibat sabetan senjata tajam. Dilanjut tawuran pelajar di Kalimalang yang memakan satu nyawa pelajar.

“Seharusnya dinas pendidikan umumkan gawat tawuran pelajar. Sampai saat ini kan saya lihat belum ada aksi,” katanya.

Selain itu, dalam memerangi tawuran pelajar, pemda juga tak hanya melulu mengandalkan aparat hukum. Pemerintah daerah melalui dinas pendidkan bisa melakukan pencegahan sedini mungkin agar generasi muda Kabupaten Bekasi terhindar dari dunia kriminal. (Pobek)