Berjemur Sinar Matahari dan Tidur Cukup Bisa Tangkal Corona

KOTA BEKASI – Berjemur di bawah sinar matahari yang cukup bisa meningkatkan daya tahan tubuh dari berbagai penyakit paru seperti bersin, flu batuk bahkan corona. Banyaknya pasien yang menderita penyakit tersebut disebabkan kurangnya pancaran sinar matahari.

Hal tersebut diungkapkan dokter spesialis paru, dr. Vinci Edi Wibowo, SpP dalam video yang tersebar dijejaring sosial. “Cuci tangan, tetap menggunakan masker. Tetapi yang terlupakan itu sederhana yaitu pancaran sinar matahari, selalu ada tatapi tidak dimanfaatkan dengan baik. Sebagian besar pasien saya kurang sinar matahari,” jelas dr. Vinci.

Dia yakin, berjemur dibawah sinar matahari yang cukup dapat menangkal penyebaran Covid-19. Dokter spesialis paru ini juga tengah menangani dua pasien positif corona dan banyak pasien penyakit paru lainnya.

“Inveksi secara umum, kalau saya amati kurang sinar matahari,” tegasnya.

Dia menyarankan, mulai saat ini sebisa mungkin masyarakat berjemur di bawah sinar Matahari. Sinar yang baik yaitu mulai dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore. Asalkan, jangan berjemur ditempat yang terpapar dengan banyak polusi. “Di taman atau di dalam rumah pun bisa,” tambahnya.

Selain itu, dokter muda itu juga menyarankan agar masyarakat tidur yang cukup yaitu 6-8 jam. Bagi mereka yang bekerja malam, bisa saja tidur di siang hari dengan kondisi ruangan yang diserupai dengan malam hari. Misalnya saja lampu disekiatarnya dimatikan.

“Jika kualitas tidur bagus maka daya tahan tubuh juga akan bagus,” jelasnya. (Pobek)