Hasil Rapid Tes di Kabupaten Bekasi, Positif Corona Berjumlah 2 Orang

KABUPATEN BEKASI – Dari 1000 orang yang dilakukan Rapid test (tes cepat) Covid-19 pada tanggal 26-27 Maret 2020 menemukan dua orang positif corona. Dengan Rapid Tes tersebut diharapkan bisa meminimalisir penyebaran virus corona, khususnya di wilayah Kabupaten Bekasi.

“Hasil rapid test yang dilakukan kepada 1000 orang, 998 negatif dan hanya ada 2 orang yang positif,” kata Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Kabupaten Bekasi Alamsyah pada Senin, (30/03).

Alamsyah mengatakan hasil rapid test tersebut telah disampaikan Pemerintah Kabupaten Bekasi kepada Gubernur Jawa Barat. “Pak Gubernur mengapresiasi kepada kita dan alat rapid test-nya nanti akan ditambah 1000 lagi,” ungkapnya.

Rapid test yang dilakukan di oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi diprioritaskan buat tenaga medis dan orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien dalam pengawasan (PDP),  orang dalam pemantauan (ODP) serta orang-orang dengan profesi beresiko tinggi seperti TNI/Polri, Camat, Kepala Desa/Lurah, Ulama dan lain sebagainya.

“Dari pelaksaanaan rapid test ini tentunya kita berharap peta sebaran COVID-19 dapat terlihat dan dapat memutus mata rantai penyebarannya sehingga kita dapat menentukan tindakan medis lanjutan,” kata dia.

Dari data laman resmi Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Kabupaten Bekasi yakni pikokabsi.bekasikab.go.id pada Senin 30 Maret 2020 pukul 08.20 WIB total warga yang dinyatakan positif mencapai 20 orang dengan rincian 13 dirawat, 3 sembuh dan 4 meninggal dunia. Selain itu terdapat juga 3 orang pasien suspect yang meninggal dunia. (Pobek)