Industri Jangan Diam! Bantu Perangi Wabah Corona dengan Sumbang APD

CIKARANG PUSAT – Bejibunnya pabrik di Kabupaten Bekasi menjadi sorotan presiden Jokowi. Perusahaan diminta andil dalam membantu mengurangi penyebaran wabah virus Covid-19.

Sorotan terhadap dunia industry itu diungkapkan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Dia mengajak perusahaan yang ada di kawasan industri di Kabupaten Bekasi untuk ikut andil dalam penanganan wabah Corona Virus Disease (COVID-19) di Jawa Barat.

“Jadi ada amanat dari Pak Presiden, di Kabupaten Bekasi ini kan ada pabrik-pabrik. Kalau ada pabrik di kawasan industri yang bisa memproduksi APD tolong ubah bisnisnya menjadi bisnis APD (untuk tenaga medis-red),” ujar Emil.

Perusahaan-perusahaan pun diajak untuk ikut menyumbang  apa yang dibutuhkan, termasuk bantuan dalam bentuk uang yang bisa dibelikan APD maupun sembako bagi warga yang terdampak selama tanggap darurat COVID-19.

“Mungkin ada CSR-nya jadi tolong dikonsentrasikan, difokuskan semua pada anggaran penanggulangan COVID-19. Posnya bisa untuk pengadaan APD maupun pos untuk sembako warga,” kata dia.

Pada kesempatan itu, Emil juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi yang telah melaksanakan Rapid Test Covid-19 terhadap 1000 orang dengan cara door to door dan drive thru.

Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah mengatakan ketersediaan rapid test COVID-19 antara 5-10 persen jumlah populasi suatu wilayah.

“Tetapi dibawah itu pun sebetulnya bisa kalau rapid test dilaksanakan secara merata. Makanya kita pakai sistem door to door supaya tidak terpusat di satu tempat,” kata Alamsyah, Senin (30/03).

Alamsyah mengatakan sebagai upaya untuk memblokade penyebaran COVID-19, Pemerintah Kabupaten Bekasi menargetkan mendapatkan 5000 alat rapid test.

“Kita target kan sebetulnya 5000 alat rapid test. Sebelumnya kita sudah sudah 1000 dan akan ditambah 1000 lagi sehingga kita masih kurang 3000. Insyallah nanti dari kita akan menyiapkan, membeli sendiri dari APBD,” kata dia.

Perlu diketahui, tujuan diadakannya pelaksanaan rapid test COVID-19 adalah untuk memastikan peta sebaran kasus COVID-19 yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi dan memutus mata rantai penyebarannya serta menentukan tindakan medis lanjutan.

“Hasil rapid test ini berhasil memberikan peta persebaran geografisnya, sehingga memudahkan kami untuk memblokade penyebaran virus COVID-19 di masyarakat dengan tindakan yang fokus, cepat dan lebih terukur,” tandasnya. (Pobek)