Dewan Provinsi Jabar Faizal Minta Warga Maksimal Dukung Penerapan PSBB

KABUPATEN BEKASI – Meskipun program Pembatasan Sosial berskala Besar (PSBB) Kabupaten Bekasi berbeda dengan penerapannya dengan DKI Jakarta dan wilayah lainnya, Anggota Provinsi Jawa Barat Faizal Hafan Farid optimis dapat menekan penyebaran Covid-19. Asalkan, didukung penuh semua masyarakat dan mematuhi apa yang telah diatur diaturan diprogram PSBB tersebut.

“Ya program PSBB terbatas, tetapi saya yakin jika didukung maksimal oleh masyarakat, akan mampu mencegah penyebaran corona dan menghilangkannya,” ujar Anggota DPRD Provinsi Jabar, Faizal Hafan Farid.

Pemberlakukan PSBB itu juga dibarengi dengan bantuan ke masyarakat. Ada beberapa yang dikeluarkan untuk bantuan yaitu Program Keluarga harapan (PKH), Kartu sembako pangan nontunai, Kartu prakerja untuk pengangguran dan PHK, Bansos Presiden, Dana Desa, Dana Sosial Provinsi, dan Dana Sosial Kabupaten/Kota sekitar yang memberlakukan PSBB.

“Kami berharap ada pendataan agar para RT dan RW bisa melaksanakan dengan benar tepat sasaran agar tidak terjadi kekisruhan,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi secara resmi memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Rabu (15/4) hingga dua pekan ke depan.

“Ada enam kecamatan yang akan kita perhatikan secara khusus, hal ini dikarenakan kasus peningkatan Covid-19 nya yang masih cukup tinggi,” kata Bupati Eka Supriaatmaja.

Mengingat Kabupaten Bekasi merupakan daerah industri, aktifitas kerja di dalam maupun di luar kawasan industri akan diberlakukan penerapan PSBB, kecuali perusahaan yang mendapatkan rekomendasi dari kementerian perindustrian saja yang masih bisa tetap beroperasi.

“Beberapa perusahaan yang mendapat rekomendasi masih diperbolehkan beroperasi, namun tetap harus membentuk satuan gugus tugas, dan harus memenuhi standar protokol kesehatan Covid-19,” jelasnya.

Selain itu, untuk lingkup sekolah, tempat ibadah dan yang lainnya masih menyesuaikan dengan pembatasan sebelumnya.

Selain itu Bupati menegaskan akan ada 12 titik poin di wilayah Kabupaten Bekasi yang akan di isi oleh personil Dishub, Satpolpp, TNI dan Polri.

“Nantinya akan ada 12 titik poin penjagaan, seperti daerah perbatasan Kedungwaringin, Tarumajaya, Sasakjarang dan Cibarusah. Untuk stasiun ada stasiun Cibitung dan terminal Kalijaya, dan akan kita siapkan juga di gerbang tol dan juga pasar,” jelasnya. (pobek)