Pelanggaran PSBB Masih Didominasi Pengendara Tak Bermasker dan Berboncengan

KABUPATEN BEKASI – Pemberlakukan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) masih diwarnai pelanggaran pengendara. Dari data yang didapat pihak kepolisian, tak sedikit pengendara yang tak mengenakan masker dan berboncengan.

“Yang masih berboncengan kami suruh pulang yang  satu laginya. Kemudian ada mobil yang jumlah penumpangnya lebih dari 50 persen,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Metro Bekasi, AKBP Rachmat Sumekar.

Dia mengungkapkan masih banyak warga yang melanggar aturan PSBB. Beberapa hari terakhir, sedikitnya 1.000-1.200 warga ditindak lantaran tidak mengikuti aturan yang berlaku.

“Per hari, kami masih menemukan 1.000-1.200 pelanggaran. Kalau ditotal ada sekitar 7.000 pelanggaran lebih dalam seminggu ini. Jumlahnya turun naik, ada yang 900 per hari tapi juga ada kenaikan,” kata AKBP  Rachmat Sumekar.

Pelanggaran itu, lanjut Rachmat, ditemui di sejumlah check point, terutama di perbatasan. “Paling tinggi jumlah pelanggar terdapat dari perbatasan Kabupaten Bekasi dengan Karawang.  Karena kan di Karawang kan tidak PSBB jadi banyak pelanggar.  Kalau dari perbatasan Kota Bekasi masuk ke kabupaten tidak begitu banyak soalnya kan kota juga PSBB. Namun begitu kami terus lakukan penindakan,” kata dia.

Terpisah, Anto (29) salah seorang buruh mengaku masih harus memberanikan diri berangkat kerja demi menunaikan kewajibannya.  “Saya masih keluar rumah soalnya masih harus kerja. Gimana pun tetap pekerja kayak saya enggak bisa kerja di rumah. Pengennya mah bisa juga work from home kaya yang di kantor tapi tempat kerja saya industri harus terus beroperasi,” ucapnya.

Sementara Hari (24), warga Kecamatan Tambun Selatan mengaku telah menerapkan kerja dari rumah sejak PSBB diterapkan. Hanya saja, dia masih menyesalkan banyak warga yang tetap keluar rumah meski bukan urusan yang mendesak. Padahal, tempat tinggalnya menjadi satu dari tujuh kecamatan yang mendapat perhatian khusus penerapan PSBB.

“Banyak yang masih nangkring kaya di jembatan, di underpass sama di pasar juga ramai. Padahal kan ini wilayah masuk zona merah, banyak yang positif COVID-19. Harapan saya ditindak dan bukan cuma tindakan di lalu lintasnya saja,” kata dia. (Pobek)