Politisi PKS Sentil PSBB di Kabupaten Bekasi “Penerapan Sosial Basa-Basi”

KABUPATEN BEKASI – Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) Jilid II di Kabupaten Bekasi dinilai tak maksimal mengurangi penyebaran virus Covid-19. Buktinya, Jumlah penderita pasien positif Corona kembali naik setelah sebelumnya diumumkan dalam waktu empat hari tidak ada penambahan pasien virus asal Cina itu.

Lonjakan angka penderita Covid-19 mecapai 113. Sebelumnya diangka 88 pada 30 April hingga 4 Mei 2020.

“Jadi saya melihat PSBB ini seperti Pembatasan Sosial Basa-Basi, kurang greget agar penyebaran virus corona ini bisa ditanggulangi dengan baik,” kata Anggota DPRD Provinsi Jabar, Faizal Hafan Farid kepada awak media.

Politisi PKS itu melihat, masih ada saja masyarakat yang membandel seperti tidak menggunakan masker saat berkendara. Selain itu juga, masih banyak masyaraat yang keluar rumah disaat ngabuburit buka puasa.

“Lihat saja jalanan masih sangat ramai, apalagi pas jelang buka puasa, banyak pengendara keluar, bahkan, dibeberapa titik wilayah seperti di perempatan SGC kendaraan sempat macet, sama seperti tidak ada PSBB saja,” sesalnya.

Selain itu, Faizal juga menyorot soal personel PSBB yang kurang. Di beberapa titik check point, personel hanya sebatas duduk saja dan tidak menegur pengendara yang melakukan pelanggaran seperti berboncengan dan tidak menggunakan masker. (pobek)