Naik Rp 120 Ribu, Penjualan Daging di Kabupaten Bekasi Dijamin Asli Tanpa Oplosan

KABUPATEN BEKASI – Menjelang hari raya, beberapa kebutuhan pokok masyarakat mengalami kenaikan. Misalnya saja, harga daging dari Rp 80 ribu perkilo naik menjadi Rp 120 ribu.

Kenaikan juga terjadi pada daging ayam ras dari Rp 32 ribu menjadi Rp 33 ribu per kg. Sedangkan harga daging yang lain masih stabil seperti daging kambing Rp 110 ribu per kg dan ayam kampung Rp 75 ribu per kg.

Sementara harga bawang merah dan bawang putih terus merangkak naik. Untuk cabai, harganya masih relative stabil.

Kenaikan kebutuhan pokok warga itu diakui Bagian Administrasi dan Koordinator Pelaksana UPTD Pasar Induk Cibitung, Endang.

“Memang sudah ada beberapa harga bahan komoditi yang mengalami kenaikan. Selain daging sapi, juga ada bawang merah dan bawang putih yang tiap harinya mengalami kenaikan cukup signifikan,” jelasnya.

Namun Endang memastikan, untuk bahan komoditi lainnya terpantau stabil. Salah satunya cabai, yang biasanya tiap tahun mengalami kenaikan, tetapi di tahun ini tidak ada kenaikan dan masih bertahan di angka Rp 20 ribu per kg.

“Untuk bawang, bisa dimungkinkan mengalami kenaikan harga, karena ada kendala saat pendistribusian. Mungkin juga, yang lain akan mengalami kenaikan, jika proses distribusi-nya terhambat di tegah pandemi COVID-19. Tapi, sejauh ini masih aman,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengawasan, Pengendalian, Evaluasi dan Promosi di Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Helmi Yenti mengakui telah melakukan pengecekan langsung.

Bahkan, pihaknya pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan bersama BPOM dan MUI guna memastikan bahwa daging sapi yang dijual bukan oplosan.

“Dari hasil pemantauan dan pemeriksaan, alhamdulillah kami tidak menemukan daging yang dioplos dengan daging lain. Hal ini tentu bertujuan untuk meyakinkan masyarakat, merasa aman saat berbelanja,” tandasnya. (Pobek)