Marzuki Belum Dilantik Jadi Wabup Bekasi, MPB Somasi Kemendagri

KABUPATEN BEKASI –Masyarakat Peduli Bekasi (MPB) mensomasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait belum adanya kejelasan kapan Ahmad Marzuki dilantik sebagai wakil bupati masa jabatan 2017-2022.

Menurut Ketua MPB, Ergat Bustomi langkah somasi itu agar Kemendagri segera melantik Ahmad Marzuki sebagai wakil bupati mendampingi bupati Eka Supriaatmaja. Sebab, Ahmad Marzuki telah melalui proses pemilihan sah melalui paripurna DPRD Kabupaten Bekasi.

“Kami sebagai masyarakat ingin agar proses Panlih yang telah memparipurnakan calon wakil bupati Bekasi ada kejelasan, karena proses pemilihan wakil bupati sisa masa jabatan ini kan menelan anggaran, jadi jangan sampai mubajir tidak ada outputnya,” jelas Ergat.

Sebagai elemen masyarakat Bekasi, Ergat menilai jika proses pemilihan wakil bupati menelan cukup anggaran. Dengan begitu sangat disayangkan jika proses pemilihan yang telah menghasilkan nama, tidak segera dilantik sebagai wakil bupati.

Sementara itu, Ketua Tim Advokasi MPB, Ulung Purnama mengatakan jika Kemendagri bisa segera melantik Ahmad Marzuki sebagai wakil bupati. Tidak ada alasan Kemendagri menunda pelantikannya.

Meskipun ada proses hukum yang tengah berjalan, kata Ulung, tidak bisa mempengaruhi proses pemilihan wakil bupati yang telah diparipurnakan.

“Kalau menungu proses hukum yang tengah berjalan di PTUN, itu prosesnya bisa sampai 2-3 tahun, sementara sisa masa jabatan bupati tinggal setahun lebih. Menurut saya, Kemendagri dan gubernur Jabar bisa segera melantik Ahmad Marzuki sebagai wakil bupati,” tegasnya.

Ulung mengatakan, langkah somasi tersebut sebagai langah awal mengingatkan Kemendagri jika wakil bupati terpilih segera dilantik. Jika somasi itu diabaikan, MPB bisa melakukan class action.

“Somasi ini kan bisa dilakukan para advokat sebelum menempuh jalur hukum selanjutnya. Jika kita bisa obrolkan baik-baik ada kepastian pelantikan wakil bupati ya sudah lakukan segera, jika tidak ada kepastian kita ambil langkah hukum selanjutnya,” kata Ulung. (Pobek)