Praktisi HRD Minta Industri “Jangan Pelit” Keluarin Biaya Protokol Covid

Ketum Asosiasi Pratisi Human Resouce Indonesia (Asphri), Yosminaldi

KABUPATEN BEKASI – Pengusaha diminta jangan itung-itungan soal kesehatan karyawan agar terhindar dari covid-19. Jika seorang karyawan terpapar, kerugian akan lebih besar lagi jika dibanding biaya penerapan protocol kesehatan di tiap perusahaan.

Ketua Umum Asosiasi Praktisi Human Resouce Indonesia (Asphri), Yosminaldi meminta agar perusahaan jangan perhitungan untuk mengeluarkan anggaran protocol kesehatan ke karyawan.

“Mumpung masih sedikit yang terkena covid-19, dihimbau kepada perusahaan-perusahaan di kawasan industri untuk memprioritaskan rapid test bahkan swab test kepada para karyawannya. Biaya yang dikeluarkan untuk test tersebut belum seberapa, jika dibandingkan dengan biaya yang ditimbulkan jika ada karyawan yang terpapar corona,” jelas Yosminaldi.

Mantan Ketua Forum HR Ejip itu menilai jika masih ada perusahaan yang kurang ketat menerapkan protocol kesehatan. Namun, Yos enggan menyebutkan perusahaan-perusahaan tersebut.

Hal itu disebabkan perusahaan masih menaggap biaya penerapan protok kesehatan cukup tinggi. Apalagi, kondisi pandemic saat ini juga mempengaruhi keuangan perusahaan, sehingga perusahaan masih itung-itungan soal biaya yang harus dikeluarkan untuk menerapkan protok kesehatan.

Yos-begitu sapaan akrabnya-juga menilai adanya cluster covid di kawasan industry bukan disebabkan adanya pengawasan yang lemah.

“Saya kira bukan pengawasan lemah, tapi masih ada beberapa perusahaan belum melaksanakan protokol kesehatan secara ketat, konsisten dan konsekwen. Disamping itu perlu sosialisasi lebih dalam, jelas dan yang paling penting itu kedisiplinan setiap karyawan dalam mematuhi protokol kesehatan di perusahaan masing-masing,” tandasnya. (Pobek)