Anggota DPRD Budiyanto Raih Penghargaan Pengusaha & Top Eksekutif Indonesia 2020

Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Budiyanto raih penghargaan dari Yayasan Penghargaan Indonesia.

JOGJAKARTA – Yayasan Penghargaan Indonesia kembali menghelat Malam Anugerah Prestasi dan Pengabdian yang diberikan kepada tokoh-tokoh terpilih yang memiliki dedikasi kontribusi dan pengabdian kepada masyarakat tahun 2019-2020.

Kategori penghargaan disesuaikan dengan kapasitas tokoh yang ditunjuk dan terpilih secara sistemik oleh tim verifikasi internal dan eksternal Yayasan Penghargaan Indonesia. Ada 10 Tokoh yang terpilih dengan kategori yang berbeda pada event ini. Penganugerahan ini sejatinya dilaksanakan bulan April 2020, tapi karena PSBB akibat adanya Covid 19 baru bisa dilaksanakan Kamis 27 Agustus 2020.

“Tim kami sangat selektif dalam menentukan calon tokoh yang layak mendapatkan penghargaan baik dari sisi personal integritas, konsistensi pengabdian, dampak sosial politik yang besar dan terukur dan juga kemanfaatan bagi pembangunan bangsa Indonesia kedepan,” kata Harry Rahman selaku Ketua Yayasan Penghargaan Indonesia.

Diantara Daftar Tokoh Indonesia Penerima Penghargaan 2019-2020 di Malam Penganugerahan Prestasi dan Pengabdian yang hadir diantaranya 1. HM. Rusdi Tahir, SH, MH Ketua Dewan Penasehat Kongres Advocate Indonesia (Golden Achievement Award); 2. Mia Lubis, SH, MH Presiden Kongres Advocate Indonesia (Srikandi Abiwada); 3. Budiyanto, S.Pi Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi Fraksi Partai Keadilan Sejahteta, Chairman Budiyanto Corporation (Pengusaha & Top Eksekutif Indonesia); 4. Ermal Subhan, ST, MT Kadis ESDM Provinsi Kalimantan Tengah (Best Economic Award); 5. Erna Rasyid Taufan, SE, M.Pd Ketua TP PKK Kota Parepare (Citra Perempuan Penggerak Pembangunan).

“Mereka merupakan orang-orang yang layak diberikan apresiasi yang tinggi dari kita sebagai masyarakat agar menjadi informasi dan menginspirasi banyak pihak, sehingga menjadi contoh bagi tokoh ataupun masyarakat lainnya untuk juga bisa berkontribusi kepada lingkungan di sekitar kita dan berdampak besar bagi kemajuan bangsa,” kata Harry Rahman.

“Pak HM. Rusdi Tahir, bukan hanya sudah makan asam garam sebagai insan penegak hukum, tapi juga berani melakukan terobosan-terobosan pemikiran hukum yang selalu menjadi akar rujukan menentukan kebijakan politik dan hukum bagi Bangsa Indonesia, seperti melarang mantan narapidana menjadi pejabat Gubernur dan Kepala Daerah dan melarang mantan narapidana korupsi menjadi Dewan Pengawas KPK. Beliau merupakan tokoh senior Indonesia yang multi talenta sebagai politisi, penegak hukum dan juga pengacara,” ungkap Harry Rahman.

Harry Rahman melanjutkan, Budiyanto termasuk Tokoh Muda Indonesia potensial yang juga multi talenta bukan hanya sebagai pengusaha tapi juga aktivis dan politisi. Sebagai pengusaha beliau mampu meluangkan waktu dan pemikirannya untuk terus melakukan perubahan pola pikir mahasiswa Indonesia secara konsisten dengan roadshow keliling Indonesia dengan biaya sendiri dari satu provinsi ke provinsi lainnya dan dari satu kampus ke kampus lainnya dalam upaya merubah pola pikir Mahasiswa Indonesia tidak berfikir lagi menjadi pekerja tapi agar menjadi pengusaha sebelum sarjana dan memastikan setelah bergelar sarjana menjadi pengusaha-pengusaha Indonesia.

“Adapun Erna Rasyid Taufan merupakan sosok istri Walikota yang cerdas, bukan hanya mampu mendampingi suami sebagai pejabat tapi juga mampu melakukan kreativitas program yang menumbuhkembangkan segala potensi yang ada di Kota Parepare menjadi sumber kekuatan ekonomi masyarakat Parepare yang membanggakan dan mensejahterakan lingkungan disekitarnya,” ungkap Harry Rahman.

“Kami tidak akan gegabah menunjuk dan memberikan apresiasi kepada tokoh terpilih yang akan mendapatkan penghargaan, dipastikan ada proses screening dan seleksi yang ketat, sehingga kami juga berharap tokoh-tokoh yang diberikan apresiasi oleh Yayasan Penghargaan Indonesia akan benar-benar menjadi contoh dan menjadi Tokoh Indonesia yang mampu membangun Indonesia kedepan lebih maju, maju bangsanya dan sejahtera rakyatnya,” tutup Harry Rahman. (Pobek/rls)