Takut Ditutup, Dewan Tuding Ada Pabrik Tolak Rapid Test Corona

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Rusdy Haryadi

KABUPATEN BEKASI, CIKARANG PUSAT – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Rusdy Haryadi mengungkap jika tak semua perusahaan mau menerima rapid tes kepada karyawannya. Alasannya, jika karyawannya terdampak covid maka perusahaan akan rugi besar harus tutup operasi sementara.

“Dari obrolan sya dengan temen di industry, pihak peruashaan ada juga yang tak menginginkan dilakukan rapid tes, khawatir kalau ada karyawannya kena corona maka perusahaan akan tutup sementara, jadi perusahaan lebih rugi besar,” kata Rusdy.

Anggota DPRD yang membidangi masalah ketenagakerjaan itu mengatakan jika Pemkab Bekasi anggaran untuk melakukan rapid tes ke semua pabrik di kawasan industry. Pemkab telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 24 M untuk penanganan penyebaran virus asal wuhan Cina itu.

“Ya system rapid tesnya random, setiap pabrik diambil sample beberapa karyawanya saja, kalau semua karyawan disetiap pabrik ya gak cukup juga,” katanya.

Selain itu, politisi PKS itu yakin jika Pemkab tak akan menolak jika perusahaan menginginkan rapid tes kepada karyawannya. Hanya saja, keinginan industry untuk mengajukan rapid tes tersebut.

“Ya mau lah Pemkab rapid tes di kawasan industry, karena ada target juga jumlah rapid tes itu,” tandasnya. (sam/pobek)