Lebih Efektip Deteksi Corona, Asphri Minta Diberlakukan PCR atau Swab Test di Industri

CIKARANG SELATAN – Ketua Umum Asosiasi Praktisi Human Resouce Indonesia (Asphri), Yosminaldi menilai jika pemberlakukan rapid test covid-19 sebanyak10 persen bagi karyawan kurang maksimal. Dia menyarankan, sebaiknya jumlah karyawan yang ditest corona ditingkatkan sebanyak 25 persen di setiap perusahaan yang ada di Kabupaten Bekasi.

Bahkan, kata dia, sebaiknya tak diberlakukan rapid tes covid-19 tetapi menggunakan PCR atau swab test agar hasilnya lebih akurat.

“Agar hasilnya benar-benar optimal dalam mengantisipasi penyebaran covid-19 di Kabupaten Bekasi,” jelas Ketum Asphri, Yosminaldi.

Mantan Ketua Forum HR Ejip ini juga menyinggung soal pendanaan. Katanya, perusahaan diharapkan, bisa berkontribusi sesuai kemampuan. “Karena ini urusan kesehatan dan keselamatan karyawan. Pasti perusahaan dan kawasan industri punya anggaran CSR tahunan. Sebagian budget CSR bisa digunakan untuk swab test karyawan,” ujarnya.

 Tak hanya itu, Yos juga meminta Pemkab dan DPRD Kabupaten Bekasi serius mengkoordinasikan pemberlakuan test covid di kawasan industry, terutama menyangkut soal pendanaan.

“Diharapkan  Pemkab Bekasi bisa mengalihkan anggaran yang cukup untuk lebih fokus dalam swab test di kawasan industri. Ini pertaruhan untuk menjaga reputasi Kabupaten Bekasi sebagai Kabupaten dengan jumlah kawasan industri terbesar di Asia Tenggara,” katanya. (Pobek)