Industri Tolak Tudingan Bupati Eka Soal Kurang Kooperatif

KABUPATEN BEKASI – Pegiatan kawasan industri menolak tudingan bupati Bekasi, Eka Supriaatmaja yang menanggap ada beberapa perusahaan tidak kooperatif melaporkan kondisi kesehatan karyawannya.

Menurutnya, perusahaan saat ini menghadapi banyak problem yang diakibatkan pandemic covid-19.

“Perusahaan-perusahaan di Kabupaten Bekasi bukannya tidak kooperatif, tapi mereka saat ini menghadapi banyak masalah terkait situasi saat ini yang diakibatkan Pandemi Covid-19,” tegas Ketua Umum Asphri, Yosminaldi.

Dia mengatakan, Misalnya perusahaan harus bertahan dalam situasi krisis ekonomi yang cukup berat serta berusaha untuk tidak melakukan PHK kepada para karyawannya. Juga harus melakukan mekanisme protokol kesehatan sangat ketat di internal perusahaan, agar bisnis dan produksi tetap jalan.

“Seharusnya dunia industri diprioritaskan dalam program PCR oleh Pemkab Bekasi, karena mayoritas penduduk Kabupaten Bekasi bekerja di 11 kws industri dengan hampir 5000 perusahaan,” jelasnya.

Yos meninta agar Pemkab jangan membiatkan dunia usaha dan dunia industri menangani sendiri permasalahan covid-19 di internal perusahaan masing-masing. Kasus covid-19 yang terjadi tidak bisa dilepaskan dari interaksi para karyawan setelah mereka tidak lagi berkegiatan kerja di perusahaan.

“Rata-rata karyawan ada di perusahaan sekitar 8 sampai10 jam per hari. Sisa 14 jam nya, mereka beraktifitas sosial diluar perusahaan. Dengan demikian, aktifitas sosial diluar jam kerja, juga sangat berpengaruh terhadap penyebaran covid-19,” tandasnya. (jay/rls/pobek)