Asphri : UU Cipta Kerja Bisa Rusak Hubungan Industrial

KABUPATEN BEKASI – Asosiasi Praktisi Human Resouce Indonesia (Asphri) menyayangkan disahkannya RUU Cipta Kerja.

UU Ciptaker dinilai banyak merugikan kepentingan, kesejahteraan dan masa depan Pekerja dan Buruh Indonesia.

“Sudah begitu banyak elemen masyarakat meminta RUU Ciptaker tersebut ditunda atau setidaknya dikeluarkan dari Paket UU Omnibus Law, agar bisa dibahas dan didiskusikan secara komprehensif dengan semua ‘stakeholder’ hubungan industrial Indonesia,” jelas Ketua Umum Asphri, Yosminaldi.

Pemerintah dan  DPR-RI dianggap tidak peduli dan tidak menghiraukan saran, masukan dan himbauan dari banyak pihak tersebut.

“Mereka sudah mengkhianati amanah dan hati nurani rakyat. Jika banyak penentangan atas RUU Ciptaker, artinya RUU tersebut bermasalah, tidak memenuhi aspirasi kaum buruh dan ujung-ujungnya tentu akan makin merusak tatanan mekanisme hubungan industrial yang sedang dibangun,” tambahnya.

Yos-begitu sapaan akrabnya-Pengesahan RUU Ciptaker sangat jauh dari Tujuan Hubungan Industrial, yaitu Mewujudkan Hubungan Industrial yang  harmonis,  Dinamis kondusif dan berkeadilan di perusahaan.

UU Ciptaker sah secara Legal-Prosedural, namun secara substansial & akseptabilitas, tidak mengakomodir aspirasi kaum buruh sebagai pihak yang menjadi salah satu objek hukum dari UU Ciptaker tersebut.

Disaat Pemerintah sedang berusaha meningkatkan kinerja, motivasi dan produktifitas Pekerja/Buruh Indonesia yang masih terseok-seok diantara negara ASEAN, dikawatirkan UU Ciptaker malah akan makin memberikan dampak buruk yang justru akan merugikan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). (Lihsam/Pobek)