Banyak Infrastruktur di Kabupaten Bekasi Rusak, Kantor ULP Digeruduk Ormas

KABUPATEN BEKASI, Cikarang Pusat – Kinerja Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Bekasi disoal. Pada Senin (16/11), Laskar Merah Putih (LMP) yang dikomandoi Eko Triyanto menggeruduk kantor ULP yang berada di area kantor pemerintahan Kabupaten Bekasi.

Aksi geruduk kantor ULP itu dipicu adanya dugaan penyimpangan dalam proses penyelenggaraan pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Bekasi.

“Kami menemukan permasalahan-permasalahan kondisi ULP yang dapat dilaporkan berkaitan dengan system pengendalian internal dan kepatuhan terhadap ketentuan peraturan yang berlaku,” jelas Ketua LMP Macab Kabupaten Bekasi, Eko Triyanto dalam press rilisnya.

Eko membeberkan beberapa tuntutan LMP Macab Kabupaten Bekasi yang ditujukan kepada ULP. Di antaranya, meminta segera agar oknum di ULP menyetorkan ke kas daerah atas kelebihan pembayaran belanja modal tahun anggaran 2019 pada pekerjaan pengadaan infrastruktur sebesar Rp 3 M lebih. Kelebihan tersebut disebabkan adanya permasalahan pada proses pemilihan pada ULP Kabupaten Bekasi.

Selanjutnya, LMP meminta segera mengganti kepala bagian pada ULP dan resturkturisasi seluruh pokja ULP yang diduga lalai dan terlibat dalam permasalah pada proses pemilihan, khususnya pada pekerjaaan pengadaan infrasturktur yang menyebabkan kelebihan pembayran Belanja Modal tahunan 2019.

Tak hanya itu, adanya dugaan kontraktor nakal juga harus diproses dan mem-blacklist mereka agar tidak lagi mengikuti lelang pengadaan barang dan jasa. Saat ini, tak sedikit kontraktor nakal yang mengerjakan pekerjaan infrasturktur dengan hasil yang sangat mengecekawan, terutama pengerjaan infrastruktur jalan.

“Kami juga meminta ULP agar meningkatkan transparansi, akuntabilitas dan mengurangi terjadi intervensi pelaksanaan tugas dilingkungan ULP,” Katanya. (jay/Pobek)