PDAM Tirta Bhagasasi Sesuaikan Tarif 15-17 Persen di Tahun 2021

KABUPATEN BANDUNG, Pangalengan – Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota Bekasi memberlakukan penyesuaian tarif bagi pelanggan PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi. Tarif mulai berlaku untuk pemakaian di Januari 2021.

Penyesuaian tarif ditetapkan berdasarkan surat keputusan Bupati Bekasi dan Wali Kota Bekasi No.500/Kep.124/Admrek/2020 dan nomor 539/Kepber.01.A-Ek/IV/2020 tentang Penyesuaian Tarif Air Bersih PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi tertanggal 16 April 2020.

“Penyesuaian tarif air bersih ini baru berlaku setelah enam tahun tidak ada perubahan. Terakhir penetapan tarif dilakukan tanggal 19 november 2014,” jelas Dirut PDAM Tirta Bhagasasi, Usep Rahman Salim saat melakukan konfrensi pers bersama awak media di Pangalengan, Kabupaten Bendung pada Sabtu (11/12).

Dalam pelaksanaanya, tarif ini tidak segera diberlakukan setelah ditetapkan pertimbangannya sesuai arahan Bupati dan Wali Kota Bekasi karena masa pandemic covid-19 yang berdampak terhadap ekonomi masyarakat secara umum.

Dalam tarif baru ini, untuk golongan sosial umum, sosial khusus, rumah tangga satu (R-1), R-2 dan kantor pemerintah, penyesuaiannya masih dibawah harga pokok produksi (HPP) dan masih disubsidi. Saat ini HPP sudah Rp 6.120 per meter kubik (m3).

Adapun dasar hukum penyesuaian taif, sesuai peraturan menteri dalam negeri (Permendagri) nomor 71 tahun 2016 tentang perhitungan dan penetapan tarif air minum. Dalam aturan tersebut, dijelaskan pemerintah daerah akan memberikan laporan kepada pemerintah provinsi Jawa Barat terkait penyesuaian tarif tersebut.

Adapun alasan penyesuaian tarif, antara lain meningkatkan kualitas, kuantitas, kontiunitas dan keterjangkauan (k-4) pelayanan air bersih pada masyarakat. Mempertahankan dan meningkatkan kinerja keuangan PDAM daalam upaya menjaga kesinambungan pelayanan.

Selain itu, untuk meningkatkan pertumbuhan, pengembangan pelayanan air minum. Mendukung program penerintah dalam universal akses air minum sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan sustainable development goal 100.000.100 antara pemerintah, PDAM dan masyarakat menuju 100 persen air bersih terlayani pada tahun 2030.

Untuk mendapatkan kesempatan dalam program pemerintah pusat dalam sumber daya pembiayaan murah dan bantuan untuk perluasan pelayanan air minum. Menarik minta peran serta swasta dalam meningkatkan pelayanan dan pengembangan air minum kepada masyarakat.

Penyesuaian tarif ini dilakukan dengan mempertimbangkan bahwa tarif harus terjangkau oleh pelanggan, khususnya pelanggan rumah tangga berpenghasilan rendah dan pemakaian air untuk pemenuhaa kebutuhan dasar.

Pelayanan 24 jam

Dampak dari penyesuaian tarif tersebut, antara lain untuk peningkatan kuantitas, kualitas dan kontinuitas, meningkatkan mutu pelayanan, menambah kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) dan meningkatkan kemandirian PDAM dalam kategori sehat. Adapun besaran kenaikana antara 15-17 persen.

Komitmen PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi setelah penyesuan tarif baru, dapat menambah 18 ribu sampai 20 ribu sambungan langganan baru pada tahun 2021 menjaga tingkat kehilangan atau keboroan air dikisaran aangka 25-27 persen. Meningkatkan kontinutias distribusi air, pengalihan air dan air tetap terjangkau masyarakat. Pelayan dapat diberikan selama 24 jam.

Sampai akhir tahun 2020, jumlah pelanggan PDAM Tirta Bhagasai Bekasi sekitar 200 ribu sambungan langganan dan merupakan PDAM tersebsar se jawa Barat. Sedangkan cakupan pelayanan saat ini sekitar 40 persen dari jumlah penduduk Kabpaten dan kota Bekasi. Dalam perencanaan bisnis atau business plan PDAM 2018 sampao 2023 ditergetkan cakupan pelayanan antara 60 sampai 70 persen. Saa ini dari 23 wialyah kecamatan se-Kabupaten Bekasi 19 wilayah Kecamatan terlayani air bersih. Sedangkan di kota ada sekitar 12 kecamatan dan sudah terlayani 7 kecamatan untuk air bersih. (rls/Pobek)