Ibu Bawa Anak Maling Motor, Korban Minta Pelaku Tak Dihukum

KABUPATEN BEKASI, Babelan – Ada yang beda dalam tindak criminal pencurian motor di Babelan, Kabupaten Bekasi. Biasanya dilakukan seorang pria, kali ini pelaku pencurian motor dilakukan oleh seorang ibu.

Diketahui, pelaku berinisial A (30) mencuri sepeda motor yang terparkir di wilayah Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan pada Senin (4/1) siang. Parahnya lagi, saat melakukan pencurian itu, pelaku membawa anak perempuannya mencuri sepeda motor yang kunci stangnya masih terpasang saat terparkir di depan toko.

Aksi ibu-ibu itu terekam CCTV. Di situ terlihat pelaku menggunakan sepeda bersama anaknya. Karena melihat sepeda motor yang kuncinya masih menempel membuat pelaku memutuskan untuk mencuri motor tersebut.

“Dari hasil informasi serta penyidikan didapat sepeda motor korban ada di rumah orang tuam suami pelaku,” jelas Kapolsek Babelan, Ghulam Nabhi Pasaribu.

Aksi pencurian sepeda motor terjadi di Jalan Janur Perum Taman, Kebalen RT 03/08, Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Senin (4/1) pukul 08.15 WIB. Pemilik motor tersebut adalah Mian Muis Maulana (20)

“Dari hasil informasi serta penyedikan, didapati sepeda motor korban ada di rumah orangtua suami pelaku,” kata Ghulam.

Dari informasi itu, akhirnya pelaku berhasil diamankan. Pelaku merupakan warga Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan.

Akan tetapi kasus ini tidak dilanjutkan, sebab korban tidak melaporkan dan meminta pelaku tidak ditahan. Kedua belah pihak dari kedua keluarga masing masing dikumpulkan dan melakukan musyawarah dengan pendampingan kepolisian dan tokoh masyarakat.

Keduanya diminta untuk membuat surat pernyataan bersama dan terdapat tiga poin yang disepakati dengan diberi tanda tangan pelaku diatas materai dan korban.

Poin pertama bahwa pelaku meminta maaf dan telah mengembalikan motor korban. Lalu, korban telah memberi maaf kepada pelaku serta tidak melanjutkan permasalahan ini ke pihak kepolisian.

Dan ketiga, pelaku berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Jika mengulanginya, bakal dilakukan proses sesuai hukum berlaku.

“Kalau dari alasan korban sendiri tidak melanjutkan ke jalur hukum dikarenakan sepeda motornya bisa kembali. Juga alasan kemanusiaan karena pelaku masih punya anak usia SD dan bayi,” tandasnya. (Pobek)