Dua Kurir Pengedar Sabu di Tambun Bekasi Berhasil Dibekuk

KABUPATEN BEKASI – Satuan Narkoba Polres Metro Bekasi berhasil mengungkap bandar narkoba jenis sabu yang mengedarkan barang haram tersebut di wilayah Tambun, Kabupaten Bekasi dan sekitarnya.

Penangkapan bandar narkoba jenis sabu ini berawal dari adanya informasi peredaran narkoba yang kerap terjadi di wilayah Tambun Kabupaten Bekasi.

Berbekal informasi itu, Kepala Satuan Resnarkoba Polres Metro Kompol Dr. Budi Setiadi memerintahkan Kanit 3 Satnarkoba, Iptu Usep Aramsyah melakukan penyelidikan di wilayah itu.

Hasil penyelidikan terungkap pelaku pengedar barang haram tersebut yaitu Jati al. Ong. Mereka dibuntuti petugas setelah melakukan peredaran Sabu di wilayah Tambun Kabupaten Bekasi hingga pelaku masuk ke arah Bekasi Timur Kota Bekasi.

Akhrinya, para pelaku ini diamankan di Ruko Plaza Bekasi Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi. Pelaku Jati al. Ong mengaku sebagai Kurir. Dalam menjalankan aksi pelaku dibantu oleh Boni.

Dari ketaranga itu, akhirnya pelaku Boni berhasil ditangkap. Boni merupakan kurir yang biasa mengantar barang haram tersebut.

“Dari kedua tangan kedua pelaku diamankan tujuh paket sabu dengan total berat 146 gram narkotika jenis sabu siap edar,” jelas Kasat Narkoba Polres Metro Bekasi Kompol Dr. Budi Setiadi.

Dari hasil interogasi aparat, pelaku mengaku barang tersebut di dapat dari bandar yang berada di wilayah Bandung Jawa Barat. Namun penyerahan barang haram tersebut dilakukan secara sistem tempel di wilayah Tanggerang Banten dan diedarkan di wilayah Kabupaten Bekasi.

keduanya Pelaku mengaku sudah mengedarkan sabu selama delapan di wilayah Tambun dan beberapa wilayah lainnya di Kabupaten Bekasi.

“kedua pelaku terancam pasal 114 ayat 2 subsider 112 ayat dua, undang undang repubrik indonesia nomer 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman seumur hidup,” kata Kasat Narkoba Polres Metro Bekasi.

Sementara itu, untuk kepentingan penyelidikan kedua pelaku langsung di jebloskan kedalam sel tahanan, sedangkan petugas masih melakukan penyidikan terhadap kedua pelaku untuk melakukan pengungkapan jaringan lainnya. (Pobek)