Aksi Mogok Pedagang Daging di Cikarang, Tukang Bakso Rugi Miliaran Rupiah

KABUPATEN BEKASI – Pengusaha Bakso mengaku dengan adanya kenaikan harga daging sapi impor dan local naik mengalami kerugian mencapai miliaran rupiah. Para pedagang bakso beberapa hari kedepan tak mendapatkan stok daging sapi karena para pedagang melakukan aksi mogok dagang.

Seperti diungkapakn pengusaha bokso dari Cikarang Bambang Prayitno (45), yang hendak membeli daging. Dia sempat terkejut dengan tidak adanya aktivitas para pedagang. Akhirnya Bambang terpaksa tidak bisa berjualan bakso karena tidak adanya ketersediaan daging sapi yang menjadi bahan pokok pembuatan baso.

“Tentunya kami akan terkena imbas dengan mogoknya pedagang daging, karena kami tentunya esok tidak akan dapat berjualan bakso karena daging yang kami butuhkan tidak ada dipasaran akibat mogoknya para pedagang daging di seluruh kabupaten Bekasi,” ujar Bambang Prayitno.

Dengan kondisi tersebut, Bambang mengaku para pedagang bakso akan mengalami kerugian. Dengan jumlah pedagang yang mencapai ribuan yang tentunya para pedagang bakso yang tergabung dalam usaha mikro kecil menengah atau UMKM akan merugi hingga milyaran rupiah.

Para pedagang daging dan pengusaha bakso berharap aksi yang dilakukan tidak berlarut larut.

“Kami mewakili pedagang bakso berharap secepatnya presiden untuk memerintah menteri terkait untuk melakukan operasi pasar karena para pedagang bakso akan sangat terasa dampaknya terlebih di masa pandemi covid-19 saat ini,” kata Bambang. (Pobek)