Dewan Syahrir Minta Perusahaan Salurkan CSR ke Wilayah Bencana

BANDUNG, Jawa Barat – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Syahrir SE, M.Ipol mendorong agar perusahaan dapat memberikan Corporate Social Responsibility (CSR)  ke masyarakat yang terdampak bencana. Cara tersebut bisa menjadi bagian perusahaan membantu pemerintah daerah menolong warga yang tengah dilanda bencana.

“Kita harus mampu bangkit dengan mengerahkan kemampuan dari berbagai elemen secara bergotong royong agar dapat meringankan beban yang menjadi korban longsor ini,” jelas H. Syahrir.

Politisi partai Gerindra itu sangat mengapresiasi langkah dari PT Kaldu Sari Nabati Indonesia yang telah menyalurkan  bantuan CSR-nya ke wilayah Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang yang mengalami bencana longsor. Akibat bencana tersebut, beberapa warga setempat menjadi korban.

 “Kami sangat mengapresiasi program bakti sosial ini yang secara langsung diberikan kepada masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir mengapresiasi kepada PT Kaldu Sari Nabati Indonesia atas kepeduliannya dalam rangka meringankan masyarakat dalam menghadapi bencana longsor ini ditengah pandemi Covid 19.

“Terima kasih atas kepeduliannya dan akan kami manfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk masyarakat yang membutuhkan, terutama bagi korban longsor Cimanggung ini,” ujarnya.

Ia juga meminta dan mengingatkan agar protokol kesehatan diperusahaan benar-benar diterapkan. Bahwa pandemi ini belum benar-benar berakhir, sehingga perlu kedisiplinan masyarakat terlebih karyawan perusahaan untuk menerapkan protokol kesehatan ditempat kerja.

“Terus dijalankan dengan baik. Bekerjasama dengan baik sehingga harapan-harapan pemerintah bisa diwujudkan,” pungkasnya.

Head Of Property PT. Kaldu Sari Nabati Indonesia, Epriyanto Kasmuri menyebutkan, pihaknya mempunyai kewajiban moral berkontribusi bagi korban bencana longsor di Cimanggung, Kabupaten Sumedang, apalagi di saat Pandemi Covid 19.

“Sudah menjadi kewajiban kami untuk meringankan beban bagi para korban longsor, meskipun masih jauh dari terpenuhi kebutuhan. Tetapi paling tidak bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya bagi para korban,” tandasnya. (Pobek)