Buruh Bekasi Minta Cekal Dirut dan Direksi BPJS Ketenagakerjaan

KABUPATEN BEKASI – Buruh di Kabupaten Bekasi mengecam keras adanya dugaan korupsi di tubuh BPJS Ketenagakerjaan. Mereka meminta agar skandal dugaan mega korupsi itu diusut tuntas.

Pimpinan Pusat FSPMI, M Nurfahroji meminta agar kasus tersebut ditangani secara transfaran. Apalagi, dugaan korupsi tersebut terjadi ditubuh lembaga social BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami buruh indonesia mengutuk keras dan meminta pemeriksaan terhadap dugaan skandal mega korupsi trilyunan rupiah uang buruh yang ada di BPJS Ketenagakerjaan oleh Kejagung dibuka secara transparan,” tegas Nurfahroji.

Pria yang disapa Oji itu mendukung sepenuhnya langkah-langkah yang akan diambil Kejaksaan Agung menangani dugaan skandal mega korupsi itu.

Oji juga mengungkapkan jika, organisasi buruh yang dipimpinnya itu akan meminta ke Kejagung agar mencekal Direktur Utama dan para Direksi BPJS Ketenagakerjaan. Jangan sampai merka seenaknya bepergian ke luar negeri.

“Selanjutnya kami bersama organisasi kami akan meminta Kejaksaan Agung untuk mencekal Direktur Utama dan para Direksi BPJS Ketenagakerjaan agar tidak bepergian ke luar negeri selama proses penyelidikan, terhitung mulai 20 Januari 2021. Kami juga mendesak Dirjen Imigrasi untuk mencekal Dirut BPJS Ketenagakerjaan, bilamana akan pergi ke luar negeri,” papar Oji.

Saat ini, FSPMI akan melakukan persiapan kongres. Setelah itu, akan melakukan aksi ke BPJS Ketenagakerjaan. (wan/Pobek)