ASPHRI : Tes Swab 5000 Karyawan Kurang Maksimal

CIKARANG PUSAT – Tes masal covid-19 tahap II kepada karyawan di kawasan industry Kabupaten Bekasi dinilai kurang maksimal untuk mencegah penyebaran corona di cluster industry.

Pasalnya jumlah karyawan yang ditest tak sebanding dengan banyaknya kawasan industry yang ada.

Ketua Umum Asosiasi Praktisi Human Resouce Indonesia (Asphri), Yosminaldi mengatakan ada sebelas kawasan industry di Kabupaten Bekasi.

“Rencana swab massal tahap kedua kita sambut positif. Namun jumlah 5000 orang yang diswab sungguh masih jauh dari total jumlah karyawan di 11 kws industri di Kabupaten Bekasi,” jelas Yosminaldi.

Pria yang bisa disapa Yos itu mengungkapkan dari total sebelas kawasan industry itu ada sekitar 5000 perusahaan yan gberdiri. Jika berpatokan dengan jumlah tersebut, satu perusahaan hanya mendapat jatah satu orang saja yang diswab.

Dengan begitu, mantan ketua Forum HR Ejip itu menilai jumlah karyawan yang diswab tahap II ini tidak akan berdampak signifikan menurunkan tingkat penyebaran covid-19 di cluster industry.

“Seharusnya, Pemerintah dan Satgas Covid-19 Kab Bekasi bisa mengajak dunia industri untuk ikut berkontribusi secara aktif dalam program swab massal ini,” katanya.

Yos juga menyayangkan biaya swab PCR saat ini untuk perusahaan masih dinilai cukup mahal. Kondisi tersebut memberatkan perusahaan untuk melakukan swab ke karyawannya secara massal.

“Jika ada subsidi khusus pemerintah, pasti dunia industri akan menyambut positif,” ujarnya.

Selain itu, dia juga mempertanyakan selain swab PCR, pengecekan covid bisa dilakukan dengan Genose. Padaha harga satu unit Genose lebih murah dan bisa melakukan pengecekan dengan banyak orang.

“Bukankah harga 1 unit Genose lebih murah dan bisa melakukan pengecekan untuk banyak orang dengan biaya sangat murah?” katanya. (wan/pobek)