Pekan Jurnalistik 2021, Mahasiswa Minta Media Penyebar Hoak Ditertibkan

BANDUNG – Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) diminta menertibkan media yang menyebarkan hoax di masyarakat. Keadaan media penyebar hoax itu memicu keresahan dan menjatuhkan kredibilitas media dimata public.

Keresahan tersebut diungkapkan Mahasiswa Fakultas Informasi dan Komunikasi yang menggelar Pekan Jurnalistik 2021 pada Kamis (04/1).

“Kami meminta Kemenkominfo agar dapat menyaring dan memfilter media-media yang sering menyebarkan Hoax dan menyebabkan Disinformasi di masyarakat,” kata Ketua Pelaksana Kegiatan Pekan Jurnalistik 2021, Azi Wardana.

Dia meminta kepada pemeritah agar dapat menindak tegas media yang sengaja menyebarkan informasi Hoax dan menyebarkan berita yang bukan Fakta.

Azi mengungkapkan, pekan Jurnalistik 2021 yang mengusung beberapa kegiatan di Kota dan Kabupaten Bandung, dirasakan sangat perlu untuk terus dilaksanakan. Apalagi, katanya, jurnalistik memiliki peran penting menyampaikan informasi kepada public.

“Selain itu, menyajikan informasi terpercaya dan menekan beredarnya hoax dan disinformasi di masyarakat yang menjadi obyek,” ujarnya.

Azi menjelaskan jika kegiatan Pekan Jurnalistik 2021 dilaksanakan Mahasiswa Fakultas Informatika dan Komunikasi sebagai bentuk perwujudan Tridarma Perguruan Tinggi. Mahasiswa Jurnalistik berkewajiban memberikan edukasi kepada masyarakat agar bisa menyerap informasi yang benar dijaman sekarang ini.

Kegiatan Pekan Jurnalistik 2021, jelas Azzi diharakan mampu mengenalkan ruang lingkup jurnalistik kepada masyarakat luas. Serta menambah wawasan keilmuan masyarakat tentang jurnalistik.

“Disamping itu kegiatan ini juga bertujuan untuk mengapresiasikan kreativitas masyarakat Jurnalistik dalam bidang seni dan budaya,” ungkapnya.

Pekan Jurnalistik 2021 ini akan dikemas dalam tiga bentuk kegiatan, baik berupa Jurnalistik, mengajar, pameran foto dan seminar, serta kegiatan One Day Journalistic. (Pobek)