Dugaan Penyalahgunaan SHM, LBH Arjuna Bakti Negara Siap Daftarkan Gugatan ke PN Cikarang

KABUPATEN BEKASI – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Arjuna Bakti Negara berencana bakal mendaftarkan gugatannya ke Pengadilan Negeri Cikarang atas dugaan manipulasi data kredit macet di bank Mandiri Cabang Pondok Gede.

Rencana gugatan itu atas dasar permintaan pemberi kuasa yang bernama Aman yang beralamat di kampung Ciranggon, Kecamatan Cikarang Timur. Dia merasa tertipu dengan adanya pengakuan dari pihak bank yang telah menerima sertifikat tanah miliknya untuk digadaikan ke bank.

“Pak Aman melalui kuasanya, kami ingin tahu bagaimana dan siapa sebenarnya aktor intelektual daripada kredit macet dari sertifikat yang dia miliki atas nama Purnomo, Kami sebagai Kuasa hukum akan menggugat, pertama Bank mandiri Cabang Pondok Gede dan kedua, Purnomo,” jelas Ketua LBH Arjuna Bakti Negara, Zuli Zulkifli.

Sebelumnya, LBH Bakti Arjuna Bakti Negara mendapatkan kuasa tersebut untuk menangani perkara sengketa tanah dan bangunan milik pemberi kuasa Sertifikat Hak Milik (SHM) No. 86 atas nama Purnomo, yang berlokasi di kampung Ciranggon RT. 03, Desa Cipayung Kecamatan Cikarang Timur.

Dari kronologis perkaranya, Zuli menjelaskan, pada awalnya Aman membeli tanah SHM No.0086 dengan luas 218 M2 atas nama Purnomo denga nharga Rp 12,5 juta dari dari saudara Manan pada 2011. Namun, sertifikat tersebut belum dibalik nama.

Aman yang telah membeli tanah itu meminjamkan SHM-nya kepada Ijo alias Bodrek yang sedang butuh uang. Namun Ijo yang beralamat di Kampung Ceger Desa Tanjungbaru, Cikarang Timur saat ini sudah meninggal (Almarhum).

Saat almarhum masih hidup, Aman pernah menanyakan keberadaan SHM-nya. Katanya, sertifikat hak miliknya ada, namun sayang Aman belum pernah melihatnya sampai sekarang ini.

Selang beberapa lama, Aman menerima dokumen perjanjian kredit dari Bank Mandiri pada tahun 2011 atas nama SHM yang telah dimilikinya. Pada perjanjian kredit itu tertulis atas nama pemilik asal yaitu Purnomo. 

Namun sayang, dari klarifikasi yang dilakukan Aman, ternyata Purnomo tidak mengakui pernah bertransaksi melakukan perjanjian dengan Bank Mandiri.

“Bahwa dengan keterangan tersebut, saya belum pernah menerima dan melakukan transaksi kredit dengan Bank Mandiri,” tulis Aman dalam surat kronologis kejadian yang ditandatanganinya.

“Minggu ini akan kita daftarkan gugatan atas dugaan transaksi perjanjian yang tak sesuai dengan prosedur,” tegas Zuli. (adv/Pobek)