Peserta JKN-KIS Asal Cikarang Merasa Nyaman Terdaftar Sebagai Peserta

KABUPATEN BEKASI, Cikarang – Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan telah memberikan banyak manfaat bagi seluruh pesertanya. Salah seorang peserta Program JKN-KIS yang telah merasakan manfaatnya adalah Umayati (26), seorang wanita yang berprofesi sebagai tenaga alih daya di sebuah perusahaan di Kabupaten Bekasi.

“Saya beserta suami saya terdaftar menjadi peserta dalam Program JKN KIS ini sudah sejak tahun 2016 lalu. Kami terdaftar ke dalam segmen peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) yang iurannya dibayarkan melalui tempat saya bekerja. Alhamdulillah, selama ini saya dan suami telah merasakan besarnya manfaat menjadi peserta Program JKN KIS,” katanya mengawali perbincangan dengan tim Jamkesnews, Senin (11/01).

Umay panggilan akrabnya, mengatakan bahwa pada tahun 2016 lalu dirinya pernah merasakan manfaat jaminan kesehatan yang diberikan oleh Program JKN-KIS ketika menderita sakit demam berdarah dan harus dilakukan rawat inap di FKTP terdaftar. Selama 5 hari ia harus dirawat inap untuk mendapatkan pengobatan secara intensif.

“Tahun 2016 lalu saya pernah berobat menggunakan JKN-KIS, awalnya badan saya terasa lemas ternyata saya didiagnosa menderita sakit demam berdarah dan harus dirawat selama 5 hari di klinik. Kepengurusan adminstrasi semuanya dilakukan oleh suami saya. Selama 5 hari itu saya mendapatkan pelayanan yang baik dari petugas klinik dan yang lebih penting tidak ada iur biaya sedikitpun mulai dari pendaftaran, obat dan ruangan rawat inap,” ujarnya.

Di akhir perbincangan Umay merasa bersyukur karena telah terdaftar sebagai peserta JKN–KIS, karena menurutnya sakit tidak ada yang dapat menduga kapan datangnya. Umay menyampaikan harapannya agar seluruh peserta Program JKN-KIS untuk dapat membayarkan iuran tepat waktu agar kepesertaan tetap aktif dan dapat dipergunakan sewaktu-waktu dalam keadaan darurat.

“Saya merasa bersyukur sudah menjadi peserta JKN – KIS, tidak terbayang rasanya jika sedang sakit dan membutuhkan pengobatan segera tapi masih memikirkan biaya pengobatan. Saya berharap agar seluruh peserta Program JKN-KIS dapat rutin membayarkan iurannya tepat waktu, karena sakit tidak ada yang dapat mengetahui kapan datangnya,” tutupnya. (Pobek)