Pemkab Bekasi Diminta Lebih Cepat Tanggap Bencana Banjir

KABUPATEN BEKASI – hamper 70 persen wilayah di Kabupaten Bekasi terendam banjir parah. Namun sayang, pemerintah daerah Kabupaten Bekasi belum mau menaikan status bencana banjir tahun ini, tanggap darurat.

“Ya menaikan status bencana menjadi tanggap darurat merupakan hak prerogative pemerintah daerah Kabupaten Bekasi, tetapi kalau saya melihat kondisi banjir saat ini sudah selayaknya pemerintah daerah menetapkan satus tanggap darurat untuk banjir tahun ini,” jelas anggota DPRD Provinsi Jawa Bekasi, Faizal Hafand Farid.

Dari jumlah data yang dihimpun, sebanyak 17 Kecamatan di Kabupaten Bekasi terendam banjir. Di antara penyebab utamanya, curah hujan yang tinggi, sungai yang meluap dan efek pembangunan.

“Semoga dengan adanya identifikasi yang berdampak banjir proses mitigasi bencana harus dilaksanakan dengan terencana, semoga pemkab Bekasi lebih cepat tanggap,” kata Faizal.

Dengan ditetapkan status tanggap darurat, diharapkan bantuan lebih mudah didapatkan warga yang terkena musibah banjir.

Apalagi saat ini, tak sedikit warga yang membutuhkan pertolongan seperti evakuasi banjir yang menerjang rumah warga di wilayah Babakan Banten, Pembayuran akibat tanggul sungai Citarum jebol.

Bahkan warga wilayah lain juga mengeluhkan minimnya bantuan seperti perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terjebak didalam rumah karena terkepung banjir.

“Nah ditetapan status tanggap darurat ya meminimalisir masalah-masalah itu dilapangan, jadi warga juga cepat mendapatkan bantuan pertolongan,” tandasnya. (Pobek)