Dengan JKN-KIS, Lamatus Tak Perlu Merisaukan Biaya Kesehatan

KABUPATEN BEKASI – Ada pengalaman yang cukup memberatkan bagi Lamatus’syabaniah (34) pada tahun 2014 lalu saat melahirkan anak pertamanya. Wanita paruh baya yang kesehariannya bekerja sebagai guru TK dan PAUD ini harus mengeluarkan biaya pribadi yang cukup besar sebanyak 15 juta rupiah untuk membayar proses persalinan anak pertamanya melalui operasi caesar.

“Awalnya saya hamil yakin persalinan dengan proses normal, makanya belum mau daftar menjadi peserta JKN-KIS saat itu. Tetapi pas memasuki waktu lahiran dokter bilang harus melalui operasi caesar, saat itu saya dan suami belum terdaftar menjadi peserta JKN-KIS, jadi harus mengeluarkan uang sebesar 15 juta rupiah untuk membayar biaya persalinan anak pertama saya dengan operasi caesar. Untung saja kami ada uang kalau tidak ada uang saat itu gak tau apa yang terjadi,” kenang ibu dengan dua anak itu.

Dengan pengalaman yang cukup pahit, membuat Baban, sapaan akrabnya, segera mendaftarkan diri beserta keluarganya menjadi peserta JKN-KIS segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas 3. Dirinya masih trauma dengan biaya kesehatan di rumah sakit yang cukup tinggi. Menurutnya dengan menjadi peserta JKN-KIS semua beban biaya pengobatan di fasilitas kesehatan bisa tercover dengan baik. Apalagi kedepan tidak bisa diprediksi apa yang terjadi terkait dengan masalah kesehatan.

“Dengan pengalaman yang telah saya rasakan saat lahiran anak pertama pada tahun 2015 saya beserta keluarga segera mendaftarkan diri menjadi peserta JKN-KIS kelas 3. Saya tidak ingin kejadian pahit lalu akan terulang kembali kepada saya. Saya tidak tahu kapan akan jatuh sakit dan harus menjalani masa pengobatan kembali,” ujarnya.

Manfaat Program JKN-KIS langsung terasa ketika Baban melahirkan anak kedua harus melalui operasi caesar kembali pada tahun 2016 lalu. Tak sepeserpun biaya yang ia keluarkan ketika menjalani proses persalinan. Bahkan ia mengakui mendapatkan pelayanan yang baik selama menjalani perawatan di rumah sakit dengan menjadi peserta JKN-KIS.

“Alhamdulilah, proses persalinan anak kedua kami tidak pusing dengan biaya, semuanya ditanggung BPJS Kesehatan. Saya mendapatkan pelayanan yang baik dari pihak rumah sakit sebagai peserta JKN-KIS. Tidak sekalipun saya diminta iur biaya saat menjalani perawatan,”ucapnya.

Di akhir percakapan, Baban mengingatkan kepada masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS agar segera mendaftarkan diri menjadi peserta. Terutama untuk antisipasi kedepannya agar mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal tanpa harus memikirkan besaran biaya yang harus dikeluarkan.

“Ya saya juga menyesal kenapa tidak dari awal mendaftarkan diri menjadi peserta JKN-KIS, manfaatnya sangat terasa untuk pelayanan kesehataan kita. Saat ini saya sudah menjadi peserta JKN-KIS jadi ketika berobat sata tak perlu khawatir dengan biaya tinggi,” tutupnya. (Pobek)