Toyib Lawan Penyakit Jantung Bocor Dengan JKN-KIS

KABUPATEN BEKASI – Jantung terdiri dari empat buah katup yang berfungsi untuk menjaga aliran darah tetap pada jalurnya. Ketika ada salah satu katup yang tidak bisa menutup dengan benar sehingga menyebabkan darah berbalik arah maka kondisi ini disebut dengan jantung bocor.

Jantung bocor merupakan salah satu jenis penyakit jantung yang bisa terjadi pada semua orang termasuk bayi dan anak-anak. Hingga saat ini penyakit jantung bocor masih menjadi masalah penyakit yang mendapatkan perhatian besar dari dunia medis.

Toyib (68) seorang pekerja bangunan menceritakan kisahnya ketika didiagnosa mengalami penyakit jantung bocor. Sebelum ia menderita penyakit tersebut, Toyib mengalami beberapa keluhan, mulai dari sesak nafas dan tubuh lemas. Setelah menjalani pemeriksaan maka diputuskan oleh dokter untuk segera dilakukan operasi pada jantungnya. Toyib mengaku beruntung telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS karena ia tidak perlu memikirkan segala biaya penanganan penyakitnya tersebut.

“Ketika saya berobat dan memeriksakan kondisi saya ke rumah sakit dokter mengatakan bahwa saya mengalami penyakit jantung bocor. Saya kaget sekali karena tidak menyangka mengalami penyakit tersebut. Dokter memutuskan untuk segera dilakukan operasi pada jantung saya. Saat itu saya merasa bersyukur telah terdaftar sebagai peserta JKN, bayangkan saja berapa biaya yang harus saya keluarkan seandainya memakai uang sendiri,” ungkap Toyib kepada tim Jamkesnews, Senin (15/03).

Toyib mengatakan semua proses penyembuhannya itu dijalani dengan baik dan mengakui jika pelayanan rumah sakit sangat luar biasa, dari awal penanganan sampai proses penyembuhannya tidak ada iur biaya sama sekali. Saat ini kondisi tubuh Toyib telah kembali normal dan menjalani aktivitas kesehariannya tanpa dibayang-bayangi penyakit yang membahayakan. Ia juga mengaku senang sekali menjadi peserta JKN-KIS karena dengan menjadi peserta JKN sangat membantu masyarakat mendapatkan pelayanan yang maksimal.

“Alhamdulillah, sekarang tubuh saya terasa lebih segar setelah menjalani proses penyembuhan dan kini saya dapat menjalani aktivitas keseharian saya lagi. Selama masa penyembuhan saya tidak mengalami kendala di rumah sakit, pelayanan di rumah sakit juga bagus sekali. Menjadi peserta JKN-KIS menurut saya merupakan hal yang penting karena dapat membantu masyarakat mendapatkan pelayanan maksimal,” tutupnya. (Pobek)