Desa Ditujuh Kecamatan menjadi Target Utama Program One Village One Innovation

KABUPATEN BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Balitbangda telah menunjuk sejumlah desa di tujuh wilayah kecamatan kategori perkotaan untuk mengikuti program One Village One Inovation  tahap pertama. Tujuh kecaman tersebut yaitu Tambun Selatan, Cikarang Selatan, Cikarang Utara, Cikarang Timur, Setu, Cibitung dan Serang Baru.

“Kita melakukan monitoring sebelumnya ke lapangan untuk melihat desa mana saja yang cocok ikut program tersebut, indikator nya adalah Inovatif, Kreatif dan Kooperatif, selain itu kami juga meminta usulan dari pihak kecamatan, untuk menunjuk Kepala Desa mana saja yang memenuhi kriteria indikator tersebut untuk diikutsertakan pada program One Village One Inovation melalui Laboratorium Inovasi Desa Kabupaten Bekasi” jelas Kasubid Pemerintahan dan Pengkajian Peraturan pada Balitbangda Kabupaten Bekasi, Penggagas ide Inovatif One Village One Innovation Fadly Marissatrio,SE saat ditemui di hotel Antero Jababeka, Selasa (30/03).

Jika program satu desa satu inovasi ini sukses dan menciptakan banyak Inovasi di Desa, maka dipastikan akan menjadi program berkelanjutan di tahun tahun berikutnya menyesuaikan dengan karakteristik desa masing2 (desa wisata, desa agrokultur, desa industri dsb).

Hal ini dilakukan untuk memacu desa lainnya ikut aktif berinovasi, Pemkab Bekasi juga bakal menggelar pameran inovasi diakhir tahun ini dengan menampilkan sejumlah inovasi dari desa desa yang mengikuti Laboratorium Inovasi Desa Kabupaten Bekasi.

“Kalau berhasil dan sukses, dengan program satu desa satu inovasi, kita berencana untuk melanjutkan program ini pada tahun berikutnya,” ujarnya.

Fadly menjelaskan, program One Village One Inovation merupakan program kerjasama dengan Lembaga Adminstrasi Negara (LAN) RI sesuai dengan peraturan pemerintah No. 38 tahun 2017 tentang Inovasi Daerah. Tujuannya agar tiap daerah terus mengembangkan inovasi desa yg bertujuan untuk meningkatkan daya saing desa, kesejahteraan masyarakat serta kemandirian Desa.

Sebanyak lima orang menjadi tim pendamping dari LAN. Mereka akan membentuk forum desk dan membagikan instrumen penyusunan kepada setiap desa peserta yang mengikuti program tersebut. Tim ini akan menanyakan seputar permasalahan, kendala serta mengolahnya menjadi suatu potensi Inovasi

“Jadi desa akan face to face dengan tim dari LAN, setiap peserta dipanggil untuk menceritakan permasalahan, mendesain potensi desanya apa saja, ide inovasi seperti apa dalam bentuk Rencana Aksi Inovasi, tentunya Rencana Aksi hanya akan berhasil terwujud dengan dukungan penuh dari semua stakeholder desa,” katanya. (Pobek)