Jabar Anggarkan Rp 15 M, Pasar Taruma Jaya dan Kedung Gede Siap Menjadi Pasar SNI

KABUPATEN BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi telah mengajukan dua pasar traditional yaitu pasar Tarumajaya dan Kedung Gede mengikuti program pemerintahan Provinsi Jawa Barat untuk menciptakan pasar ber-SNI. Tujuannya, agar keberadaan pasar traditional bisa berdaya saing tinggi dengan pasar-pasar modern.

Hal tersebut diungkap Sekretaris Dinas Perdagangan, Andi Suhandhi. “Ya pertimbangkan dua pasar itu pertama luas lahan, akses lokasinya cukup bagus, lahannya juga mencukupi,” jelas Andi.

Dia melanjutkan sebanyak 33 kriteria pasar ber-SNI yang telah ditetapkan Provinsi Jawa Barat. Di antaranya pasar rakyat harus memenuhi syarat kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kenyamanan. Kemudian, persyaratan teknis meliputi pengaturan tentang zonasi, ruang dagang, koridor, pos ukur ulang, dan sidang tera. Selanjutnya, persyaratan pengelolaan terkait dengan manajemen pengelolaan pasar secara profesional.

“Konsep pasar rakyat yang layak yang dinikmati, wajarnya seperti kita masuk ke mall, enak, nyaman tetapi bukan kaya mal. Ada tertib bersih, parkiran tidak semrawut,” katanya.

Andi menjelaskan jika kedua pasar yang telah diajukan Pemkab Bekasi ini berpotensi lolos menjadi pasar ber SNI dari pemeritah provinsi Jawa Barat. Nantinya, Pemerintah Jawa Barat akan menggelontorkan uang sebesar Rp 15 miliar untuk membangun per bangunan pasarnya.

“Ya itu sudah menjadi progaram dan prototif dari Jawa Barat untuk menseragamkan pasar ber SNI se Jabar. Jadi dari pemerintah daerah Kabupaten Bekasi hanya menyediakan lahan yang ada dengan lingkungan aja, nanti jabar memberikan progrma bantuan untuk pembanguna pasarnya,” paparnya.

Menyinggung soal apa saja yang akan ditransaksikan di pasar ber-SNI itu, Andi mengatakan pasar ber SNI itu akan menjadi pusat kegiatan jual beli masyarakat Kabupaten Bekasi dengan mengedepankan tradisi lokal.

“Pasar rakyat ya traditional, ada agen grosir, pengecer dan lainnya,” tandasnya. (Pobek)