Lima Tahapan Mewujudkan One Village One Innovation

KABUPATEN BEKASI – Kasubid Pemerintahan dan Pengkajian Peraturan pada Balitbangda Kabupaten Bekasi serta Penggagas ide Inovatif One Village One Innovation Fadly Marissatrio menjabarkan ada lima tahap dalam mewujudkan One Village One Innovation melalui program Laboratorium Inovasi Desa ini.

Pertama yaitu Tahap Drum Up dimana pada tahapan membangun Komitmen bersama untuk berinovasi antara Bupati dengan kepala desa serta Balitbangda Kabupaten Bekasi melalui Pakta Inovasi Kepala Desa.

Tahap kedua, yaitu Diagnosa. Di sini, para peserta akan diajak diskusi dalam bentuk kelompok, Mereka akan menceritakan mulai dari permasalahan serta kendala di desa tsb untuk bersama mencari potensi inovasi di desa.

Tahap tiga yaitu Design Inovasi. “Dari permasalahan yang diangkat menjadi invoasi, desa merancang inovasinya, dari mulai pelaksanaan, kelengkapan dokumen, stakeholder mana saja yang akan terlibat, proses penganggaran sehingga menjadi satu kesatuan Rencana Aksi Inovasi Desa,” tambahnya.

Tahapan Keempat yaitu tahap Delivery atau penghantaran. Dari rencana aksi yang dirancang, diimpelementaiskan ke masyarakat desa. Tahapan ini cukup panjang yaitu memakan waktu dua sampai tiga bulan.

“inovasi desa akan di coba langsung ke masyarkat desa, di dalamnya ada proses trial and error, bisa di impelemtnaiskan atau tidak, kalau lolos uji coba dan masyarakat bisa menerima, maka baru lahir lah inovasi desa baru,” jelasnya.

tahap kelima yaitu Display. Nantinya inovasi yg sudah lolos uji coba di masyarakat, akan di sajikan, di display ke masyarakat kabupaten Bekasi dan biasanya mengundang tamu pemerintah daerah se Jawa barat melalui  Pameran Inovasi Tahunan yang direncakan akan diselenggarakan pada akhir bulan Oktober melihat situasi dan kondisi pandemi Covid-19 di Kabupaten Bekasi. (Pobek)